SuaraJogja.id - Royal Ambarrukmo akan menggelar Jamu Party berkolaborasi dengan Remen Jawi dan Wiratea Spices Bar beberapa waktu yang lalu di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo. Mengusung tema “A Feast of Colours, Spices, and Indonesian Stories,” acara ini menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia melalui pengalaman menikmati jamu tradisional yang sederhana namun penuh makna.
Jamu Party menjadi ruang bertemunya warisan budaya dengan semangat masa kini. Lebih dari sekadar hiburan, acara ini menghadirkan cerita, edukasi, pemberdayaan, dan kepedulian sosial dalam satu perayaan.
Pengunjung dapat menikmati pertunjukan interaktif seputar jamu, talk show, serta pasar jajanan tradisional. Salah satu daya tarik utama acara ini adalah kolaborasi antara Wiratea Spices Bar dan mbok jamu dari lima pasar tradisional di Yogyakarta yang menghadirkan pengalaman menikmati jamu tidak hanya sebagai minuman tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.
Pengalaman tersebut semakin lengkap dengan kehadiran Moro Seneng, yang menghadirkan ragam kudapan jaman dulu yang akrab dengan cita rasa masa kecil masyarakat Indonesia. Beragam jajanan tradisional ini dikurasi untuk menjadi teman menikmati jamu, menciptakan perpaduan cita rasa yang sederhana, hangat, dan penuh nostalgia.
Kehadiran Moro Seneng turut memperkaya perjalanan kuliner dalam Jamu Party sekaligus memperkenalkan kembali jajanan tradisional kepada generasi masa kini dalam suasana yang lebih segar dan relevan.
Jamu dipilih sebagai tema utama karena tidak hanya dikenal sebagai minuman tradisional, tetapi juga merupakan warisan pengetahuan tentang keseimbangan hidup, kesehatan, serta hubungan manusia dengan alam. Meski gaya hidup terus berubah, nilai-nilai tersebut tetap relevan hingga kini. Karena itu, jamu perlu diperkenalkan kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih kreatif dan relevan, tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan.
Jamu Party terselenggara berkat kolaborasi berbagai merek lokal dan komunitas kreatif yang turut berkontribusi dengan keahlian masing-masing ke dalam acara. Wiratea Spices Bar akan mengkurasi beragam pilihan jamu dan minuman rempah bersama mbok jamu dari lima pasar tradisional di Yogyakarta, menghadirkan pengalaman yang memadukan pengetahuan tradisional dengan penyajian yang lebih kontemporer.
Di sisi lain, Batik Enom hadir sebagai Official Wastra Partner Jamu Party, membawa kekayaan wastra Nusantara ke dalam perayaan budaya ini. Batik Enom akan menata busana kangmas dan mbakyu terpilih, sekaligus menghadirkan batik sebagai bagian dari identitas budaya yang dapat terus dikenakan, dirayakan, dan diapresiasi oleh generasi muda.
Kolaborasi ini menjadi representasi bagaimana wastra tradisional dapat hadir berdampingan dengan gaya dan semangat masa kini tanpa kehilangan akar budayanya.
Baca Juga: Lestarikan Warisan Budaya Jawa, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Jampi Pawukon bagi Para Tamu
Sementara itu, Moro Seneng turut memperkenalkan kembali kekayaan kudapan tradisional melalui pilihan jajanan jaman dulu yang dipadukan dengan pengalaman menikmati jamu. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga membuka ruang bagi pengunjung untuk mengenal kembali ragam pangan tradisional yang menjadi bagian dari keseharian dan cerita kuliner masyarakat Indonesia.
Kehadiran berbagai kolaborator tersebut memperkuat semangat Jamu Party sebagai sebuah perayaan yang tidak hanya berbicara tentang jamu, tetapi juga tentang wastra, kuliner, komunitas, dan cerita budaya Indonesia. Setiap elemen hadir dengan karakter dan keahliannya masing-masing, namun berpadu dalam satu pengalaman yang merayakan kekayaan tradisi Nusantara.
Bagi Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Jamu Party merupakan bagian dari komitmen hotel untuk terus menghadirkan pengalaman yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia. Melalui kolaborasi bersama Remen Jawi, Wiratea Spices Bar, Batik Enom, Moro Seneng, para mbok jamu, serta berbagai komunitas lokal, Royal Ambarrukmo berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk mengenal, mengapresiasi, dan melestarikan warisan budaya Indonesia dengan cara yang lebih dekat, relevan, serta tetap menghormati nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi. ***
Berita Terkait
-
Modern dan Bergaya Urban, Yuk Jelajahi Asian Feast Buffet PORTA by Ambarrukmo
-
Fete de la Musique 2026 Digelar di Yogyakarta, 5 Musisi Lokal Meriahkan Kolaborasi Indonesia-Prancis
-
Lebih dari 100 Seniman Sajikan Art is All Around di PORTA by Ambarrukmo
-
Patehan: Legasi Budaya Minum Teh Ala Raja di Royal Ambarrukmo Yogyakarta
-
Royal Ambarrukmo Hadirkan 'Kampoeng Ramadhan Ambarrukmo' dengan Menu Buka Puasa Spesial
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata
-
Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi
-
Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan