- Gelaran PCS 2026 UGM mendorong perubahan paradigma konservasi berbasis masyarakat adat.
- Forum PCS 2026 UGM mengkritik tata kelola lingkungan yang bersifat negara-sentris.
- Hasil PCS 2026 UGM menjadi rekomendasi penting menuju COP17 di Armenia.
Menurut Yance, watak tersebut belum sepenuhnya hilang setelah Indonesia merdeka. Ia menilai masyarakat adat masih dapat mengalami kriminalisasi ketika tinggal dan mengelola wilayah hutan secara turun-temurun tanpa pengakuan formal dari negara.
"Inilah urgensi mengapa kita harus mendesakkan dekolonisasi konservasi dan dekolonisasi kehutanan. Kita ingin membalik paradigma yang bias negara-sentris ini, yang mengucilkan peran masyarakat adat," pungkas Yance.
Penerjemahan Agenda Dekolonisasi dan Gerakan Global
Sementara itu, Koordinator Bidang Substansi PCS 2026, Lasti Fardilla Noor, mengatakan agenda dekolonisasi akan diterjemahkan melalui sejumlah pembahasan selama tiga hari pelaksanaan PCS.
Isu yang dibawa meliputi konservasi berbasis masyarakat, kepastian tenurial, kedaulatan pengetahuan, kebijakan pembangunan, hingga pendanaan konservasi.
"Gerakan ICCAs di tingkat internasional bertujuan mendorong perubahan paradigma konservasi global agar menempatkan masyarakat adat tidak lagi sebagai objek melainkan sebagai subjek yang memiliki kedaulatan atas alamnya," ujar Lasti.
Rangkaian Acara PCS 2026 dan Persiapan Menuju COP17
Berdasarkan situs resmi PCS, People's Conservation Summit merupakan forum kolaboratif yang mempertemukan masyarakat adat dan komunitas lokal, petani, nelayan, perempuan, pemuda, akademisi, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, media, sektor filantropi, serta mitra pembangunan untuk membahas tata kelola keanekaragaman hayati Indonesia.
PCS 2026 mengangkat tema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat Atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia". Penyelenggara menargetkan forum ini menghasilkan pengetahuan bersama serta rekomendasi kebijakan yang lebih inklusif, adil, dan berbasis pada hak.
Selama tiga hari pelaksanaan nanti, PCS akan menghadirkan sekitar 500 peserta, termasuk sekitar 250 pemilik praktik konservasi rakyat.
Agenda tersebut mencakup delapan sesi People's Conservation Panel, delapan dialog kebijakan, High-Level Panel, Network Hub, Learning Fair, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya.
Penyelenggara menempatkan PCS 2026 sebagai bagian dari proses persiapan menuju Conference of the Parties (COP) ke-17 Convention on Biological Diversity (CBD) yang akan diselenggarakan di Armenia pada Oktober 2026.
Hasil PCS nantinya diarahkan untuk merumuskan rekomendasi dan menyatukan suara masyarakat sipil Indonesia untuk dibawa ke forum global tersebut.
Reporter: Muhamad Fairus Farizki
Berita Terkait
-
Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!
-
Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat
-
Menjaga Daya Kritis Gen Z, Suara.com dan Bulaksumur UGM Gelar Gen Z Impact
-
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5-6 Persen, Tapi Puluhan Juta Warga Masih Rentan Miskin
-
Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar: Bahas Finansial, Lingkungan, hingga Peluang Anak Muda
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh