- Dinsos Bantul mencatat 9.216 keluarga kehilangan bansos akibat keterlibatan anggota keluarga dalam judi online sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
- Penghentian bantuan terjadi secara otomatis berdasarkan pencocokan NIK dalam satu Kartu Keluarga dengan data transaksi dari PPATK.
- Masyarakat yang merasa tidak terlibat diberi kesempatan mengajukan surat sanggah untuk pemulihan status penerima bantuan melalui Kementerian Sosial.
Meski bantuan dihentikan berdasarkan hasil pencocokan data, masyarakat yang merasa tidak terlibat judi online masih diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggah.
Dinsos Bantul membuka pendampingan bagi KPM yang merasa statusnya dihentikan secara tidak tepat. Proses tersebut dapat dilakukan dengan membuat surat pernyataan bermeterai yang ditandatangani pihak bersangkutan dan diketahui pemerintah kalurahan.
Namun, pengajuan sanggah tidak otomatis membuat bansos kembali.
Jazim menjelaskan keputusan untuk memulihkan status penerima bantuan sepenuhnya berada di tangan Kementerian Sosial.
“Warga bisa melakukan sanggah dengan catatan dia memang benar-benar tidak melakukan judol atau memang sudah berhenti,” katanya.
Artinya, penghentian bansos akibat indikasi judi online bukan akhir dari proses. Pemerintah masih memberikan ruang klarifikasi bagi masyarakat yang merasa tidak terlibat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais