- Survei Poltracking Indonesia pada Agustus 2026 mencatat elektabilitas PPP sebesar 1,9 persen menjelang Pemilu 2029.
- Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono menyatakan partainya mengalami kecelakaan politik dan masalah IT pada Pemilu 2024.
- PPP menargetkan perolehan 10 hingga 11 juta suara serta mengandalkan regenerasi kader muda untuk Pemilu 2029.
SuaraJogja.id - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali menghadapi pekerjaan besar menuju Pemilu 2029. Dalam survei terbaru Poltracking Indonesia, elektabilitas partai berlambang Ka'bah itu tercatat hanya 1,9 persen, berada di posisi ke-10 dari 18 partai yang disimulasikan.
Angka tersebut menjadi sorotan karena PPP sebelumnya gagal memenuhi ambang batas parlemen pada Pemilu 2024. Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono menyebut perjalanan partainya tidak lepas dari apa yang ia istilahkan sebagai accident atau kecelakaan politik pada pemilu sebelumnya.
Pernyataan itu disampaikan Mardiono seusai aktivasi PPP Muda (P3Muda) di Yogyakarta, Sabtu (26/9/2026) malam.
"Alhamdulillah, kita kemarin sebenarnya masih mendapatkan 4 persen lebih. Tapi dalam tanda kutip kita ada accident politik. Itulah keniscayaan bagi perjuangan partai politik," ujar Mardiono.
Survei Poltracking Indonesia yang dirilis 23 September 2026 mencatat elektabilitas PPP sebesar 1,9 persen. Survei dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 terhadap 1.220 responden di 38 provinsi dengan metode stratified multistage random sampling dan margin of error sekitar ±2,9 persen.
Dalam simulasi surat suara 18 partai politik, PPP berada di bawah PSI yang memperoleh 2,3 persen. Adapun partai-partai lain berada di bawah 1 persen. Poltracking menegaskan hasil tersebut merupakan potret elektoral pada pertengahan Agustus 2026 sehingga persepsi publik masih dapat berubah mengikuti isu dan strategi politik masing-masing partai.
Mardiono Singgung Suara PPP yang Hilang
Mardiono mengatakan kondisi elektabilitas PPP saat ini bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Ia menyebut setelah Muktamar PPP pada September 2025, elektabilitas partainya dalam salah satu survei sempat mencapai 4,14 persen pada Oktober 2025.
Namun, angka tersebut kemudian kembali turun.
Baca Juga: Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat
Mardiono juga kembali menyinggung hasil Pemilu 2024. Menurut dia, PPP sebenarnya memiliki perolehan suara yang lebih besar jika mengacu pada pembacaan internal partai.
Berbeda dengan klaim internal tersebut, penetapan KPU mencatat PPP memperoleh 5.878.777 suara atau 3,87 persen pada Pemilu 2024. Angka itu membuat PPP tidak memenuhi ambang batas parlemen 4 persen. Data KPU tersebut tercatat dalam dokumen resmi hasil Pemilu 2024.
Mardiono mengaitkan selisih tersebut dengan persoalan sistem teknologi informasi dalam proses rekapitulasi suara. "Pada saat perhitungan Pemilu, ya, itu namanya ada si rekap. Di hari-hari terakhir itu si rekapnya mengalami masalah IT yang dibiayai oleh negara dengan biaya yang mahal. Ya akhirnya dihitung secara manual. Nah, akhirnya apa, menimbulkan di sini ada ketimpangan. Ya, maka akhirnya ada suara yang tidak terhitung," katanya.
Menurut Mardiono, PPP kemudian memperjuangkan persoalan tersebut melalui Mahkamah Konstitusi. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sesuai harapan partai. "Tapi di Mahkamah Konstitusi kita tidak berhasil. Tapi oke-lah, kita akan berjuang lagi [2029]," ujarnya.
Ia kembali menyebut adanya suara PPP yang menurutnya hilang dalam proses rekapitulasi. "Tapi semuanya itu sejarah mencatat bahwa akibat dari IT yang error, ya, itu kemudian mengakibatkan PPP akhirnya ada suara-suara yang hilang di celah-celah itu," kata Mardiono.
Selisih PPP dengan Ambang Batas
Tag
Berita Terkait
-
Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat
-
PPP Resmi Serahkan Surat Rekomendasi untuk Harda Kiswaya dan Danang Maharsa di Pilkada Sleman 2024
-
Ingin Dampingi Harda Kiswaya di Pilkada Sleman? Masuk Koalisi Dulu!
-
Pilkada Jogja 2024: PPP Bermanuver, bakal Gandeng Lima Partai Bentuk Koalisi Besar
-
Gerindra dan PPP Resmi Berkoalisi Hadapi Pilkada Kulon Progo
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial