- Ketua IGN Vita Datau menyatakan sekitar 45 persen dari 2.000 kuliner tradisional Indonesia terancam punah di Yogyakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026.
- Kemenpar mewajibkan pemerintah daerah menginventarisasi sepuluh kuliner unggulan untuk didokumentasikan ke dalam buku resep autentik demi menyelamatkan warisan kuliner Nusantara.
- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menargetkan pelestarian kuliner mampu mendorong pariwisata nasional sekaligus memperkuat ekonomi serta menciptakan lapangan kerja.
SuaraJogja.id - Kekayaan kuliner tradisional Indonesia menghadapi ancaman serius. Di tengah ambisi menjadikan gastronomi sebagai daya tarik wisata dunia, sekitar 45 persen dari sekitar 2.000 kuliner tradisional di berbagai daerah disebut terancam punah karena semakin jarang dikenal dan diwariskan.
"Di setiap lokasi atau destinasi kita, menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Kira-kira hampir 45 persen kuliner tradisional kitai punah," ujar Founder dan Ketua Indonesia Gastronomy Network (IGN) Vita Datau dalam Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Talks 2026 diYogyakarta, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, Indonesia sebenarnya memiliki ribuan warisan budaya takbenda, termasuk ratusan kuliner yang telah tercatat. Namun, persoalannya adalah keberlanjutan kuliner tersebut di tengah perubahan zaman.
Padahal agar terjaga keberlangsungannya, kuliner tradisional tidak cukup hanya dicatat sebagai warisan budaya. Resep, bahan, teknik pengolahan hingga cerita di balik makanan harus kembali diperkenalkan agar tidak berhenti sebagai catatan sejarah.
Ancaman tersebut terlihat dari sejumlah makanan tradisional yang mulai kehilangan popularitas, termasuk makanan yang dahulu memiliki posisi penting dalam tradisi masyarakat.
Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah juga mulai mendorong penelusuran kembali resep-resep kuliner tradisional dari berbagai daerah. Kemenpar meminta pemerintah daerah (pemda) menginventarisasi kuliner tradisional yang masih bertahan maupun yang mulai langka.
Jika resep-resep lama berhasil ditemukan kembali, didokumentasikan dan diperkenalkan kepada generasi baru, makanan yang nyaris hilang tidak harus berakhir sebagai sekadar nama dalam daftar warisan budaya.
"Kami akan menelusurkan ke semua pemerintah daerah untuk menginventarisasi atau mengidentifikasikan 10 top tradisional kuliner mereka,” ujar Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizky Handayani.
Hasil penelusuran tersebut nantinya diarahkan menjadi buku resep autentik kuliner Indonesia yang mendokumentasikan makanan tradisional dari berbagai wilayah Nusantara.
Baca Juga: Mulai 1992 Hingga Kini, UMKM Kuliner Ayam Panggang Bu Setu Terus Berjaya Bersama BRI
"Langkah tersebut diharapkan tidak sekadar menyelamatkan nama makanan, tetapi juga menjaga resep dan pengetahuan kuliner yang selama ini diwariskan secara turun-temurun," paparnya.
Sementara itu Menteri Pariwisata (menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pelestarian kuliner menjadi bagian penting dalam pengembangan gastronomi Indonesia.
Kemenpar tidak ingin gastronomi berhenti pada promosi makanan kepada wisatawan.
Kuliner harus menjadi pintu masuk untuk mengenal sejarah, budaya, bahan pangan dan masyarakat yang berada di balik sebuah hidangan. Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat orang mencicipi makanan Indonesia.
"Namun meninggalkan manfaat ekonomi bagi mereka yang hidup di sepanjang rantai gastronomi tersebut," paparnya.
Menpar menambahkan, tahun ini Kemenpar fokus mempertemukan gastronomi Indonesia dengan industri serta pasar dengan menggandeng Keraton Yogyakarta dan Solo yang memiliki akar kuliner tradisional dalam pelestarian gastronomi Indonesia.
Hal ini penting karena pengembangan gastronomi juga berkaitan langsung dengan target pariwisata. Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16–17 juta pada 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi