- Pengamat UMY Zuly Qodir menyatakan isu ijazah Gibran berpotensi mengalihkan perhatian publik dari kebijakan reshuffle kabinet.
- Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet berulang kali pada 1 Oktober 2026 yang memicu pertanyaan publik.
- Penempatan sejumlah pejabat baru dalam reshuffle tersebut dinilai tidak konsisten dengan kebijakan efisiensi pemerintahan sebelumnya.
Zuly menambahkan, di tengah isu ijasah Gibran, reshuffle 1 Oktober 2026 termasuk pergantian Menteri Luar Negeri, pergeseran posisi sejumlah menteri koordinator, serta pergantian Kapolri memang bukan tanpa alasan. Prabowo disebut ingin mengamankan Pemilu 2029 dengan menempatkan orang-orang terdekatnya di posisi srtategis.
Padahal sebelumnya Prabowo memberlakukan kebijakan efisiensi di banyak sektor. Namun dengan munculnya jabatan dan orang-orang baru, maka Presiden dinilai tidak konsisten karena membuat kebijakan yang tidak terencana.
"Saya khawatir apa yang ada di dalam pikiran Pak Prabowo itu merupakan pikiran yang selalu bersifat tiba-tiba dan tidak penuh pertimbangan," paparnya.
Sementara terkait isu ketidakkompakan Prabowo-Gibran pasca permintaan maaf Wapres pada korban keracunan Makan Gergizi Gratis (MBG), Zuly menyebut hal itu membuktikan adanya ketidaksinkronan antara presiden dan wakil presiden.
"Apalagi oresiden tidak pernah minta maaf tentang keracunan yang dialami oleh siswa [dalam program MBG], malah Gibran yang minta maaf," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?
-
Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik
-
Mutasi 88 Perwira Belum Cukup! JPW Minta Kapolri Baru Sikat Habis Masalah Sampai ke Polsek
-
Pilur Serentak Bantul Digelar Besok, 15 TPS Dipetakan Rawan hingga Sangat Rawan
-
18 Pejabat Kabinet Merah Putih Diganti, Sosiolog UGM: Publik Menunggu Gebrakan Nyata