- Rektor UAD Muchlas MT menyatakan wacana kuliah gratis Prabowo Subianto dikhawatirkan mengancam operasional perguruan tinggi swasta di Yogyakarta pada Senin (12/10/2026).
- Muchlas meminta pemerintah mendesain pembagian beasiswa secara adil dan tepat sasaran berdasarkan pemetaan desil kesejahteraan masyarakat.
- Lebih dari 100 PTS di Yogyakarta kini menghadapi persaingan ketat sehingga UAD menyiapkan tiga skenario target penerimaan mahasiswa baru.
Ia mencontohkan bantuan pendidikan gratis dapat diarahkan kepada masyarakat pada kelompok desil 1 hingga 3 atau 4. Dengan demikian, bantuan benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.
"Selama ada pengaturan bahwa pemberian beasiswa SPP gratis menggunakan pendekatan targeting, langsung kepada sasaran, saya kira bisa. Kita sudah punya peta desil 1 sampai 10," ujarnya.
Kekhawatiran terhadap dampak kebijakan kuliah gratis muncul ketika persaingan penerimaan mahasiswa baru di Yogyakarta sendiri semakin ketat. Muchlas menyebut, Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai kota tujuan pendidikan kini menghadapi persaingan dari berbagai daerah yang memiliki perguruan tinggi berkualitas dengan akreditasi unggul.
Di Kota Yogyakarta saja, ia memperkirakan terdapat lebih dari 100 PTS yang memperebutkan segmen calon mahasiswa yang relatif sama. Kondisi tersebut menuntut kampus untuk tidak hanya mengandalkan reputasi pendidikan, tetapi juga menawarkan keunikan, kenyamanan, serta keunggulan lain yang membedakannya dari perguruan tinggi di daerah lain.
UAD sendiri menyiapkan tiga skenario target penerimaan mahasiswa baru untuk menyesuaikan diri dengan dinamika persaingan dan kemampuan pembiayaan operasional kampus.
"Skenario pertama menetapkan target 6.000 mahasiswa. Jika kondisi tidak memungkinkan, target diturunkan menjadi 5.000 mahasiswa, kemudian menjadi 4.000 mahasiswa dalam skenario ketiga," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan
-
Serunya The Creator Quest: Jelajah Yogya, Kupas Tuntas Honda Care, dan Berburu Vario 125 Street
-
BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia dengan Valuasi USD6,9 Miliar
-
Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa