Budi Arista Romadhoni
Senin, 12 Oktober 2026 | 16:07 WIB
Rektor UAD, Muchlas MT saat meberikan keterangan kepada wartawan. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Rektor UAD Muchlas MT menyatakan wacana kuliah gratis Prabowo Subianto dikhawatirkan mengancam operasional perguruan tinggi swasta di Yogyakarta pada Senin (12/10/2026).
  • Muchlas meminta pemerintah mendesain pembagian beasiswa secara adil dan tepat sasaran berdasarkan pemetaan desil kesejahteraan masyarakat.
  • Lebih dari 100 PTS di Yogyakarta kini menghadapi persaingan ketat sehingga UAD menyiapkan tiga skenario target penerimaan mahasiswa baru.

Ia mencontohkan bantuan pendidikan gratis dapat diarahkan kepada masyarakat pada kelompok desil 1 hingga 3 atau 4. Dengan demikian, bantuan benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.

"Selama ada pengaturan bahwa pemberian beasiswa SPP gratis menggunakan pendekatan targeting, langsung kepada sasaran, saya kira bisa. Kita sudah punya peta desil 1 sampai 10," ujarnya.

Kekhawatiran terhadap dampak kebijakan kuliah gratis muncul ketika persaingan penerimaan mahasiswa baru di Yogyakarta sendiri semakin ketat. Muchlas menyebut, Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai kota tujuan pendidikan kini menghadapi persaingan dari berbagai daerah yang memiliki perguruan tinggi berkualitas dengan akreditasi unggul.

Di Kota Yogyakarta saja, ia memperkirakan terdapat lebih dari 100 PTS yang memperebutkan segmen calon mahasiswa yang relatif sama. Kondisi tersebut menuntut kampus untuk tidak hanya mengandalkan reputasi pendidikan, tetapi juga menawarkan keunikan, kenyamanan, serta keunggulan lain yang membedakannya dari perguruan tinggi di daerah lain.

UAD sendiri menyiapkan tiga skenario target penerimaan mahasiswa baru untuk menyesuaikan diri dengan dinamika persaingan dan kemampuan pembiayaan operasional kampus.

"Skenario pertama menetapkan target 6.000 mahasiswa. Jika kondisi tidak memungkinkan, target diturunkan menjadi 5.000 mahasiswa, kemudian menjadi 4.000 mahasiswa dalam skenario ketiga," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More