- 'Beautiful Pain' menggelar penayangan spesial di Ambarrukmo XXI Yogyakarta setelah mendapat antusiasme penonton sejak Gala Premiere pada 15 Oktober lalu.
- Film ini mengangkat perjuangan Niken, seorang single mother yang meninggalkan pernikahan toxic dan berusaha membangun kembali kehidupannya dari nol demi masa depan anak-anaknya.
- Kisah Niken menghadirkan ruang refleksi bagi penonton tentang keberanian memilih diri sendiri di tengah stigma sosial, pengkhianatan, dan berbagai tantangan hidup.
SuaraJogja.id - Melanjutkan antusiasme penonton usai Gala Premiere yang digelar pada 15 Oktober 2026 lalu, film drama terbaru hasil kolaborasi antara Nikita Mirzani dan Hanung Bramantyo, "Beautiful Pain", mengadakan penayangan spesial di Ambarrukmo XXI Yogyakarta pada Sabtu (17/10).
Mengangkat perjalanan hidup Niken, seorang ibu tunggal yang memilih keluar dari pernikahan yang toxic demi masa depan yang lebih baik, film produksi Dapur Film ini mengajak penonton menyaksikan berbagai tantangan yang dihadapi perempuan saat memutuskan memulai hidup kembali dari nol.
Kisah Menyentuh Seorang Single Mother
Dalam "Beautiful Pain", Raihaanun yang merupakan aktris peraih Piala Citra memerankan sosok Niken. Setelah resmi berpisah dari Dirga (Baim Wong), Niken harus membangun kembali kehidupannya.
Kehidupan nyaman yang selama ini ia nikmati hilang, membuatnya kembali tinggal bersama sang eyang, berjuang mencukupi kebutuhan kedua anaknya, sekaligus mencari cara untuk meraih kemandirian finansial.
Di tengah berbagai keterbatasan dan tanggung jawab sebagai single mother, kesempatan berkarier di dunia akting menjadi titik balik baru bagi Niken.
Namun, ketika secercah harapan mulai muncul, berbagai persoalan kembali datang menghampiri. Ia harus menghadapi pengkhianatan, pelecehan, serta stigma sosial yang mengancam karier, nama baik, dan hubungannya dengan kedua anaknya.
Kisah Niken Jadi Ruang Refleksi bagi Penonton Yogyakarta
Perjalanan hidup Niken juga mengajak penonton merenungkan keberanian dalam memilih diri sendiri, terutama ketika keputusan tersebut mengharuskan seseorang meninggalkan kehidupan yang selama ini telah dikenalnya.
Baca Juga: Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang
“Aku enggak nyangka bisa se-relate ini sama cerita Niken di filmnya,” sebut Wulan, seorang penonton Yogyakarta yang memberikan testimoninya.
“Sebagai seorang anak dari single mother, aku sekarang sadar betapa beraninya ibuku dulu untuk memutuskan pergi. Aku enggak sabar untuk peluk ibu saat pulang nanti," sambungnya lagi.
Film "Beautiful Pain" diproduseri oleh Hanung Bramantyo sekaligus menjadi debut Nikita Mirzani sebagai Executive Producer.
Film ini disutradarai oleh Dmaz Brodjonegoro dengan naskah yang ditulis bersama Titien Wattimena dan Hanung Bramantyo.
Deretan pemerannya meliputi Raihaanun, Baim Wong, Jajang C. Noer, Tarra Budiman, Nikita Mirzani, Dimas Aditya, Siti Fauziah, Sha Ine Febriyanti, Anantya Kirana, dan Evano Zyan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Urutan Skincare Malam Wardah Advance untuk Kencangkan Kulit Wanita Usia 50 Tahun
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
'Beautiful Pain' Tayang di Jogja, Kisah Perjuangan Single Mother Sukses Bikin Penonton Tersentuh
-
66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh
-
BRI Peduli Perkuat Infrastruktur Desa di Cianjur, Jembatan Gantung Bantu Mobilitas 7.000 Warga
-
Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan
-
Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal