- Sukma Lintang Cahyani asal Yogyakarta meraih peringkat kedelapan kategori lead panjat tebing Asian Games 2026 di Jepang.
- Vania Rosilin Irmanto bertugas sebagai juri nomor Taolu Wushu pada ajang Asian Games 2026 setelah melalui seleksi internasional.
- Kedua perempuan Yogyakarta tersebut telah menekuni bidang olahraga masing-masing selama puluhan tahun hingga tampil di tingkat Asia.
"Dua tahun kemudian, saya mengikuti ujian lisensi internasional," jelasnya.
Sejak itu, pengalaman bertugasnya bertambah melalui berbagai kompetisi, termasuk SEA Games, kejuaraan dunia, dan Kejuaraan Junior Asia. Perjalanan panjang tersebut mengantarkannya menjadi salah satu dari empat juri asal Indonesia yang terpilih untuk Asian Games 2026.
Tiga juri lainnya berasal dari Medan, sedangkan Vania menjadi satu-satunya wakil dari Yogyakarta. Proses pemilihan juri dilakukan melalui nominasi federasi nasional setelah menerima surat dari federasi internasional.
Pengalaman bertugas di kejuaraan internasional menjadi salah satu pertimbangan dalam pengajuan kandidat sebelum federasi internasional menentukan nama-nama yang terpilih. Di Asian Games 2026, Vania bertugas pada nomor Taolu, kategori Wushu yang menampilkan peragaan jurus.
"Tugas tersebut menuntut pemahaman mendalam mengenai teknik, peraturan, dan ketentuan penilaian," jelasnya.
Baginya, perbedaan antara menjadi atlet dan juri bukan sekadar pergantian posisi, melainkan juga perubahan tanggung jawab.
Sebagai juri, orientasinya berubah. Ia tidak lagi berfokus pada hasil penampilannya sendiri, tetapi harus menjalankan tugas berdasarkan aturan dan pengetahuan teknis yang dimiliki.
Pengalaman sebagai atlet menjadi bagian dari bekal yang dibawanya ke meja penilaian. Pemahaman terhadap gerakan dan situasi pertandingan yang diperoleh selama bertahun-tahun di dunia Wushu kini digunakan untuk menjalankan tanggung jawab yang berbeda.
"Kalau sebagai atlet, ibaratnya kita mengurus diri sendiri, bagaimana mengatur diri sendiri, berjuang untuk diri sendiri, dan lain sebagainya. Kalau juri, kami harus menjalankan tugas berdasarkan peraturan yang ada, serta berdasarkan keilmuan dan pemahaman terhadap jurus-jurus yang kami kuasai," katanya.
Berita Terkait
-
Tak Hanya Jualan Candi dan Keraton untuk Dongkrak Pariwisata, Jogja Bidik Javanese Wellness Tourism
-
Pasca-Aksi Panas di DPRD DIY, Polisi Pastikan Tak Ada Pendemo yang Dibawa ke Kantor Polisi
-
Demo di DPRD DIY Berakhir Ricuh, Mahasiswa yang Diamankan Diantar Pulang Polisi Dini Hari
-
Hujan di DIY Diprediksi Masih Minim hingga Awal November, Waspada Kekeringan dan Karhutla
-
Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dari Arena Panjat hingga Meja Juri, Dua Perempuan Jogja Mengukir Peran di Asian Games
-
Dari Boven Digoel ke Bangku Kuliah, 25 Pemuda Papua Selatan Mengejar Mimpi Tenaga Ahli Perkebunan
-
Optimistis Tumbuh Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
GKR Bendara: JCWF 2026 Menghubungkan Komunitas Wellness dan Industri Pariwisata Yogyakarta
-
7 Tempat Wisata Jogja untuk Merayakan Malam Tahun Baru, Pasti Semarak!