-
Laut Bercerita versi film tidak hanya mengangkat kisah aktivisme mahasiswa menjelang Reformasi 1998.
-
Film baru ini juga menyoroti kehilangan, trauma, dan harapan keluarga korban penghilangan paksa.
-
Sutradara Yosep Anggi Noen memilih fokus pada dampak kemanusiaan pascakekerasan serta pesan tentang pentingnya merawat ingatan sejarah agar tragedi serupa tidak terulang.
"Tantangan terbesar produksi ada pada adegan di ladang jagung yang dilakukan pada malam hari dalam kondisi hujan. Persiapan lokasi membutuhkan waktu berbulan-bulan agar sesuai dengan kebutuhan cerita," kata Anggi.
Sejumlah adegan dalam film direkam di berbagai lokasi di Yogyakarta dan Semarang yang dinilai masih mampu merepresentasikan suasana perkotaan pada dekade 1990-an.
Melalui film ini, Anggi juga ingin mengajak generasi sekarang untuk tidak melupakan sejarah. Ia menilai ingatan kolektif terhadap masa lalu penting dijaga agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
"Hal yang kedua adalah tentu merawat ingatan. Bahwa kita punya sejarah yang tidak terlampau jauh jaraknya. Mungkin kalau dihitung-hitung 28 tahun yang lalu. Itu adalah sebuah sejarah yang mudah-mudahan tidak terulang lagi," ucap Anggi.
Pandangan tersebut diamini Reza Rahadian yang memerankan tokoh Biru Laut. Menurutnya, semangat menyuarakan keresahan dan memperjuangkan keadilan yang diangkat dalam film masih sangat relevan hingga kini.
"Film ini penting karena memperlihatkan bagaimana anak-anak muda berusaha menyuarakan keresahan dan memperjuangkan apa yang mereka yakini," kata Reza.
Ia menilai generasi saat ini memiliki lebih banyak ruang untuk menyampaikan pendapat dibandingkan masa yang digambarkan dalam film.
"Hari ini ruang untuk menyampaikan pendapat jauh lebih terbuka. Namun semangat untuk bersuara kritis dan memperjuangkan keadilan tetap relevan," ujarnya.
Reza menambahkan bahwa film ini juga menjadi pengingat penting agar masyarakat tidak melupakan berbagai peristiwa dalam perjalanan bangsa.
Baca Juga: Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik
"Kita perlu merawat ingatan terhadap sejarah agar berbagai peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa depan," katanya.
Dalam film tersebut, Reza memerankan Biru Laut sebagai sosok aktivis yang tenang, reflektif, dan memiliki pergulatan batin yang kuat. Kompleksitas karakter itu menjadi tantangan tersendiri baginya selama proses pendalaman peran.
"Apa yang dituangkan ke dalam skenario saya rasa cukup memberikan kompleksitas karakter Laut. Menurut saya, cukup sulit untuk bisa diterjemahkan kembali," ungkap Reza.
Di sisi lain, Dian Sastrowardoyo mengungkapkan bahwa karakter Kinan yang diperankannya merupakan hasil riset dari berbagai kisah aktivis perempuan yang terlibat dalam gerakan mahasiswa 1997-1998.
"Karakter Kinan terinspirasi dari sejumlah aktivis perempuan yang terlibat dalam pergerakan mahasiswa pada 1997 hingga 1998," kata Dian.
Melalui proses riset tersebut, Dian melihat bagaimana para aktivis perempuan pada masa itu menempatkan kepentingan perjuangan di atas kepentingan pribadi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Tak Sekadar Soal Reformasi 1998, Laut Bercerita Angkat Duka Keluarga Korban Penghilangan Paksa
-
BRI Buka Jalan Karier bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
Bikin Pembatik Jogja Bernapas Lebih Lega, Inovasi Lilin Ini Ternyata Berasal dari Bahan Tak Terduga
-
Jaga Kesehatan Diri dan Keluarga, BRI Tawarkan Privilege Eksklusif bagi Nasabah
-
Reklasifikasi MSCI Ancam Pasar Modal RI, Pemerintah Diminta Waspadai Geopolitik Global