alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Emosi Kerap Diancam, Pria di Kulon Progo Bacok Mantan Suami Istrinya

Galih Priatmojo Kamis, 12 Desember 2019 | 16:57 WIB

Emosi Kerap Diancam, Pria di Kulon Progo Bacok Mantan Suami Istrinya
Gelar perkara aksi pembacokan di Kulon Progo, Kamis (12/12/2019). [istimewa]

Korban berulangkali mengintimidasi pelaku lewat ancaman-ancaman.

SuaraJogja.id - Warga Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo berinisial AK (38) harus berurusan dengan polisi lantaran melakukan penganiayaan terhadap mantan suami istrinya yakni Sukardiyono (45) warga Jogoboyo Kecamatan Purwodadi kabupaten Purworejo Jawa Tengah.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo, AKP Sujarwo menuturkan aksi penganiayaan tersebut berawal dari kedatangan Sukardiyono ke rumah mantan istrinya di Dusun Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, Senin (8/12/2019) lalu.

Sukardiyono datang bertiga bersama dengan Sutik Sunaryati (istri barunya) dan Ecin (anak korban bersama istri pelaku).

"kedatangan mereka bertiga sebenarnya mengantar anaknya untuk meminta surat-surat guna keperluan mengurus beasiswa sekolahnya," ungkap Sujarwo, Kamis (12/12/2019).

Diduga karena masih memendam rasa emosi, ketika ketiganya sampai di rumah justru terjadi cekcok antara korban dengan pelaku. Pelaku yang emosi lantas mengambil Parang sepanjang 40 cm yang kemudian digunakan untuk membacok korban.

Mendapat serangan tersebut korban lantas berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar. Para tetangga pelaku pun berdatangan dan berusaha melerai pertikaian antara keduanya.

Akibat peristiwa tersebut korban terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit. Korban harus mendapat setidaknya 13 jahitan di kepala. Sementara istri korban merasa tidak terima dan melaporkan kasus tersebut ke aparat kepolisian.

""Korban mengalami luka di kepala dan jari tangan. Istri korban kemudian melaporkan kasus tersebut dan kami langsung menindaklanjutinya," tambahnya.

Tersangka berhasil diamankan di wilayah Gamping Sleman sehari kemudian. Polisi saat ini telah melakukan penahanan terhadap pelaku. Selain itu polisi juga menyita barang bukti berupa parang dan kaos korban yang berlumuran darah.

"Pelaku kami jerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 2 tahun 6 bulan," ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait