SuaraJogja.id - Ramon Adipati (29) sesekali menundukkan kepala saat menjalani ibadah rutin keagamaan umat Kristiani di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kotagede, Yogyakarta, Minggu (22/12/2019). Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penyerahan diri bahwa ia masih menyimpan dosa selama satu tahun penuh dan berharap doanya diampuni oleh Tuhan yang maha kuasa.
Tak hanya Ramon, jemaat GKJ Kotagede lainnya pun dengan antusias mengikuti prosesi ibadah rutin yang dipimpin Pendeta Teguh Aditya Jati Hartana kala itu. Para jemaat juga dengan lantang menirukan kata-kata pendeta asal Klaten ini selama prosesi ibadah berlangsung.
"Saya percaya kepada Allah yang maha kuasa dan Yesus Kristus atas rahmat yang diberikan. Semoga ibadah yang kami lakukan dapat berjalan dengan lancar dan jauh dari ancaman serta kemungkinan buruk yang mungkin terjadi," tutur para jemaat dari penggalan doa yang mereka panjatkan.
Ramon, warga Kotagede yang sudah hadir pada pukul 08.30 WIB, tak henti-hentinya berharap dengan ampunan yang diberikan Tuhan Yesus Kristus. Pemuda yang cukup aktif di bidang keagamaan ini memiliki harapan besar agar Natal 2019 bisa menciptakan kedamaian, baik untuk seluruh jemaat, dan juga warga sekitar, tak hanya Kotagede, melainkan seluruh DI Yogyakarta.
Baca Juga:Setahun Pasca Tsunami Banten, Sektor Pariwisata di Carita Masih Lesu
"Natal adalah momentum di mana umat Kristiani berdoa secara penuh agar mendapat ampunan dan kembali bersih. Bagi saya Natal adalah kedamaian yang harus dirasakan oleh seluruh orang. Tak hanya jemaat saja, tapi warga lain juga," kata Ramon saat ditemui usai melaksanakan ibadah.
Memiliki tanggung jawab untuk terus menjadi orang terbaik di hadapan yang kuasa, pemuda yang bekerja di salah satu perusahaan swasta ini menilai, tak semua hal baik yang dikerjakan akan diterima. Bahkan seorang manusia pun, kata Ramon, belum tentu sepakat dengan apa yang dilakukan manusia lainnya.
"Orang-orang memang berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi lingkungan, termasuk masyarakat, dan harapannya Tuhan menilai itu juga baik, tapi tak semua ekspektasi yang diinginkan orang itu sesuai. Bagi saya pengertian dan saling memahami di momen Natal ini bisa kembali muncul. Kedamaian menjadi salah satunya, tapi memaknai Natal dengan cara dan pikiran positif ini bagi saya lebih penting," ungkapnya.
Majelis GKJ Kotagede Bidang Ibadah Barkah Triprasetyo menuturkan, menjelang perayaan Natal 2019 kali ini, pengurus telah menyiapkan sejumlah acara yang akan digelar di gereja setempat. Kebaktian Malam Natal sendiri dilaksanakan pada 24 Desember pukul 19.00-selesai. Sedangkan ibadah Natal di hari H pada 25 Desember dilaksanakan pukul 07.00 WIB.

"Kesiapan majelis GKJ sendiri sudah kami laksanakan jauh-jauh hari. Nantinya [kebaktian] dilakukan dua kali pada perayaan Natal 2019. Selain itu ibadah menjelang tahun baru, yakni 31 Desember 2019 serta 1 Januari 2020 juga kami lakukan. Artinya dalam menyambut Natal dan Tahun Baru doa-doa ini kami panjatkan agar keberkahan dan ampunan kami diterima dan diwujudkan dengan bantuan Tuhan," terang dia.
Baca Juga:Dituduh Kampanye Pilkada, Rektor UNY Ungkap Alasan Truk Parpol Masuk Kampus
Kebaktian di GKJ Kotagede, sambung Barkah, dilakukan hanya melalui satu gelombang demi keamanan, yang juga sudah dikoordinasikan dengan pihak RT serta RW dan juga Muspika serta PAM Swakarsa yang juga menjadi jemaat di GKJ Kotagede.
- 1
- 2