Bukan Ikuti Nafsu, Sri Mau Dinikahi Sukirman karena Asyik Diajak Ngobrol

Agung Sandy Lesmana
Bukan Ikuti Nafsu, Sri Mau Dinikahi Sukirman karena Asyik Diajak Ngobrol
Sukirman dan Sri Maryati, di rumahnya, Jumat (18/1/2020) malam (Suara.com/Uli Febriarni)

"Cuma untuk teman ngobrol kalau malam. 'Ini dan itu' [urusan seks] sudah enggak, sudah tua, umur sudah banyak."

SuaraJogja.id - Banyak orang memilih tak lagi menikah, saat sudah memasuki usia lanjut. Namun, bagi Sukirman dan Sri Maryati, ada alasan tersendiri yang membuat mereka memutuskan menikah.

Sukirman adalah seorang lelaki berusia 91 tahun asal Kaliurang Timur, demikian juga Sri Maryati, yang berusia 72 tahun.

Setelah menikah pada Kamis (17/1/2020) di kantor KUA Kecamatan Pakem, mereka tak lagi umumnya pasangan pengantin baru menikah, memusingkan urusan ranjang apalagi malam pertama.

Menurut Sri, pernikahan ini ada keempat kalinya bagi ibu satu anak ini. Awalnya, ia mengenal Sukirman sebagai teman sesama sebuah komunitas lansia di Kaliurang. Teman biasa dan tak ada yang spesial.

Hingga kemudian hari, sejumlah orang yang mengetahui ia dan Sukirman merupakan janda dan duda, mulai 'mencomblangi'. Mereka mencoba mempertemukan dirinya dengan Kirman. Gayung bersambut, anak semata wayangnyapun menyetujui rencana tersebut. Maka, usai lamaran paa Desember 2019, mereka akhirnya mantap berumahtangga lewat sahnya lafadz akad.

"Cuma untuk teman ngobrol kalau malam. 'Ini dan itu' [urusan seks] sudah enggak, sudah tua, umur sudah banyak," terangnya, dengan senyum tipis, kala dijumpai di rumahnya, Jumat (18/1/2020).

Ia mengungkapkan, untuk urusan mengisi waktu luang, Sri seakan tak kehabisan aktivitas. Selain aktif di komunitas lansia, ia juga kerap mencari dan menjual kayu bakar untuk dibuat menjadi arang. Sesekali ia mencari alpukat, kemudian dijual.

"Apa saja ya dilakukan, namanya orang susah, supaya dapat uang untuk makan," kata dia, usai selesai melipat mukena putih, mas kawin dari Kirman.

Sang suami, Sukirman mengatakan hal senada. Dengan menikah ia menjadi punya teman hidup, usai ditinggal istri  meninggal dunia kali kedua.

"Ternyata kalau hidup sendiri kok tidak enak. Menikah jadi ada kebersamaan, bukan ngikutin nafsu, tapi gotong-royong dalam hidup," ungkapnya.

Apalagi, Kirman memutuskan menikah dengan Sri karena ia melihat kecantikan batin dari perempuan tersebut, bukan hanya sekadar fisiknya saja. Ditambah lagi, mengenai ibadah pernikahan, ia dan Sri punya pola pikir yang sama. Bahkan menurut dia, istrinya itu punya kemauan untuk mengurusi suami sungguh-sungguh.

Apalagi keluarga Kirman banyak yang tinggal di luar DIY. Dengan demikian ia meyakini dan berharap, pernikahan ini bisa menjadi ibadah mereka, dunia dan akhirat. 

Kontributor : Uli Febriarni

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS