Konser di Jogja Dihentikan karena Gedung Goyang, Ini Penjelasan Pihak Mal

Dany Garjito | Rifan Aditya
Konser di Jogja Dihentikan karena Gedung Goyang, Ini Penjelasan Pihak Mal
Pamungkas bicara soal panggung konser di mall Jogja bergetar (instagram/@pamunqkas)

Kabar gedung 'bergoyang' saat konser ini diceritakan oleh sejumlah warganet di media sosial hingga menjadi viral.

SuaraJogja.id - Salah satu pusat perbelanjaan atau mall di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dikabarkan gedungnya 'bergoyang' saat konser karena terlalu banyak penonton. Kondisi ini bahkan disebut-sebut membuat konser disudahi lebih awal.

Belakangan, pihak mall yang bersangkutan memberikan klarifikasi.

Kabar gedung yang 'bergoyang' saat konser ini diceritakan oleh sejumlah warganet di media sosial hingga menjadi viral. Bahkan penyanyi solo, Pamungkas yang menjadi salah satu bintang tamu dalam konser tersebut ikut memberikan komentarnya.

Dalam postingan yang dibuat pada Jumat (14/2/2020) malam, Pamungkas mengaku merasakan panggungnya bergetar. Pada awalnya, ia mengira itu disebabkan oleh gempa.

"Panggung getar goyang-goyang 3 kali malam ini gua kira gempa taunya kata panitia emang ternyata karena terlalu banyak manusia lagi joget," tulis Pamungkas seperti dikutip Suara.com, Sabtu (15/2/2020).

Pamungkas bicara soal panggung konser di mall Jogja bergetar (instagram/@pamunqkas)
Pamungkas bicara soal panggung konser di mall Jogja bergetar (instagram/@pamunqkas)

Pihak Sleman City Hall (SCH), pusat perbelanjaan yang menjadi lokasi konser, menampik kabar tersebut.

Mereka membenarkan pentas musik ini diakhiri lebih awal, namun keputusan itu tidak disebabkan oleh gedung yang bergetar akibat terlalu banyak penonton.

"Jadi memang benar bahwa kemarin acara diselesaikan lebih cepat, dikarenakan ada sedikit permasalahan teknis di panggung dan over time waktu dari izin yang sudah ada," kata Public Relations Sleman City Hall, Tika Sari saat dihubungi Suara.com, Sabtu (15/2).

Tika menganggap wajar apabila penonton merasa gedung terasa seperti bergoyang.

"Gedung bergoyang itu sebenernya, ibaratnya sama dengan jembatan layang yang terkadang masih terasa juga getaran/goyangan. Itu merupakan hal yang wajar, namun kami juga paham secara psikologis kekhawatiran penonton," ujar Tika.

Ia mengatakan bahwa konstruksi Sleman City Hall memakai plat baja yang kuat dan telah mempertimbangkan berbagai aspek keselamatan.

"Gedung SCH sendiri memakai plat baja yang tentunya sudah dipertimbangkan sedemikian rupa, dengan menggunakan (bahan--red) tersebut impactnya yaitu daya lentingnya dari baja itu sendiri ringan kuat dan lentur," Tika menjelaskan.

Berdasarkan itu, Tika mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir terkait bangunan gedung pusat perbelanjaan yang berada di utara kota Yogyakarta ini.

"Jadi tidak peru ada yang dikhawatirkan terkait dari sisi gedung. Untuk permasalahan kenapa akhirnya diakhiri konser semalam balik lagi di awal bahwa adanya over time," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS