Miris, Tak Hanya Mengotori Laut, Sampah Juga Buat Nelayan Pantai Depok Rugi

Akibat sampah yang dibuang sembarangan di sungai, nelayan di Pantai Depok harus merugi.

M Nurhadi | Mutiara Rizka Maulina
Jum'at, 28 Februari 2020 | 06:45 WIB
Miris, Tak Hanya Mengotori Laut, Sampah Juga Buat Nelayan Pantai Depok Rugi
Agus saat menyiapkan jaringnya di Pantai Depok, (27/2/2020). [Mutiara Rizka Maulina/Suarajogja.id]

SuaraJogja.id - Sampah yang terbawa banjir ke tengah laut sebabkan jaring nelayan robek dan merugi. 

Agus Wibowo, salah satu nelayan di pantai Depok mengatakan, ketika cuaca hujan seringkali Kali Opak meluap. Akibatnya, banyak sampah yang terbawa hingga ke tengah laut dan membuat jaring nelayan robek.

"Ya kalau hujan itu kali situ kan banjir, jadi sampahnya kebawa sampai tengah laut sana," kata Agus saat ditemui Suarajogja.id di kawasan Pantai Depok Kamis (27/2/2020). 

agus juga menuturkan, sampah yang terbawa arus terdiri dari berbagai macam mulai dari rongsokan, kayu, bambu, sampah plastik hingga popok bayi. 

Baca Juga:Viral Foto Anies Berendam di Air Penuh Sampah, Pemprov: Keterlaluan!

Padahal diketahui, popok bayi adalah salah satu jenis sampah yang sulit terurai. Diperkirakan, untuk menguraikan sampah popok bayi membutuhkan waktu 250-500 tahun.

Ia juga mengatakan biasanya sampah kayu dan bambu yang terbawa berukuran besar. Akibatnya, beberapa kali jaring yang digunakan rusak karena tersangkut sampah-sampah tersebut. 

"Ya kalau robek gitukan ikan jadi pada lolos,"  kata Agus. 

Jika biasanya Agus dapat membawa 5kg ikan bawal, saat jaring sobek jumlah tangkapan turun cukup drastis menjadi 3kg. 

Menurut Agus, untuk memperbaiki jaring yang rusak bisa menghabiskan biaya hingga Rp200.000. Padahal, jika tidak sobek, jaring bisa digunakan hingga satu tahun. 

Baca Juga:Unik, di Warung Kopi Ini Ngopi Bisa Bayar Pakai Sampah

Agus sangat menyayangkan kebiasaan orang-orang yang suka membuang sampah di sungai. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya merusak alam tapi juga merugikan banyak pihak.

"Sampah jangan dibuang ke sungai lah," ujar Agus.

Agus menceritakan, akibat merebaknya virus Covid-19 berefek pada harga ikan bawal, udang dan lobster. Biasanya, 1kg ikan bawal bisa dijual seharga Rp300.000 - 350.000, kini hanya mampu dijual seharga Rp200.000 untuk ikan bawal ukuran super. 

Hal tersebut disebabkan akses ke Cina yang semakin dibatasi. Dampaknya, hasil tangkapan yang biasanya mereka ekspor jadi tak bisa dikirimkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak