Merapi Kembali Erupsi, Warganet: Apa Karena Corona?

M Nurhadi
Merapi Kembali Erupsi, Warganet: Apa Karena Corona?
(Twitter/@BPPTKG)

Erupsi ini kali keempat sejak hari Jumat (27/3/2020).

SuaraJogja.id - Dikabarkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi melalui akuntwitter @BPPTKG, Gunung Merapi kembali erupsi lagi pada Sabtu (28/3/2020) sekitar pukul 19.25 WIB. 

"Terjadi erupsi di Gunung Merapi tanggal 28 Maret 2020 pukul 19.25 WIB. Teramati tinggi kolom erupsi 3.000 m. Arah angin saat erupsi ke Barat. #statuswaspada sejak 21 Mei 2018," tulis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) lewat akun resmi Twitter @BPPTKG, Sabtu (28/3/2020).

Berdasarkan data BPPTKG, erupsi tercatat dengan seismogram dengan amplitudo 75 milimeter dan durasi letusan 243 detik. Lebih lama dibandingkan dengan letusan sebelumnya yakni amplitudo 50 milimeter dengan durasi

"Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 243 detik," tulis akun BPPTKG.

Data dari BPPTKG mengamati, tinggi kolom erupsi mencapai 3.000 m. Erupsi mengikuti arah angin menuju ke barat.

Letusan ini merupakan erupsi ke-4 gunung di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta itu sejak Jumat (27/3/2020).

Meski aktivitas salah satu gunung teraktif di dunia tersebut meningkat, BPPTKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu panik. Tingkat aktivitas Waspada (Level II).

"Jarak bahaya dalam radius 3 km dari puncak Merapi. Di luar radius tersebut, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa," tulis @BPPTKG.

Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi memancing respon warganet di twitter, salah satunya akun @wardiwardianto yang meminta agar merapi tidak batuk dulu.

"Apa karena corona? tenang ya jangan batuk batuk dulu," ujarnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS