Keguguran Habis Kawin Suntik, Mantri Hewan Ini Dicari Peternak

Subiha mengaku rugi karena ternak tersebut merupakan tabungan miliknya.

M Nurhadi
Minggu, 07 Juni 2020 | 10:18 WIB
Keguguran Habis Kawin Suntik, Mantri Hewan Ini Dicari Peternak
(Unsplash/James Hammond)

SuaraJogja.id - Malang benar nasib Subiha, seorang peternak asal Dusun Plampang, Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Lantaran mantri hewan yang tak segera tiba di tempatnya, sapi miliknya mati.

Kekecewaan atas kinerja petugas dari Dinas Pertanian Banyuwangi, ini dialami Subiha pada Ramadan lalu. Saat itu, salah satu dari sapi peliharaannya keguguran.

"Pagi hari saya sudah telepon petugas, dan dia mengaku bisa datang, tapi saya tunggu sampai sore tak juga datang," katanya seperti diwartakan Times Indonesia--jaringan Suara.com, Sabtu (6/6/2020).

Subiha mengatakan, petugas yang dia hubungi berinisial H, ia adalah mantri yang bertugas untuk wilayah Kecamatan Kalipuro.

Baca Juga:Pemerintah Perlu Pastikan Protokol New Normal telah Dikaji Komprehensif

Sejak sore, menurut keterangan Subiha, kondisi sapi peliharaannya kian makin parah. Hingga akhirnya Subiha menghubungi Dokter Hewan dari Dinas Pertanian Banyuwangi, bernama Rizky.

Sapi tersebut sudah mengalami keguguran pada pagi harinya, saat petugas datang sapi sudah dinyatakan infeksi.

"Saran dokter hewan, sapi harus segera disembelih, dikhawatirkan akan mati," ungkapnya.

Agar tak rugi, Subiha lantas membawa sapi peliharaannya  tersebut ke pemotongan hewan. Meski begitu, Subiha mengaku rugi karena ternak tersebut merupakan tabungan miliknya.

Kepada TIMES Indonesia, Subiha mengaku sangat menyesalkan kinerja mantri hewan H. Terlebih dalam mendorong kehamilan sapi miliknya, dia telah mengeluarkan biaya untuk proses inseminasi atau kawin suntik.

Baca Juga:DPR dan Menteri BUMN Tinjau Posko Masak Covid-19

Subiha menuturkan, mantri H-lah yang menangani sapi miliknya. Dan bagi dirinya, uang tersebut tidak sedikit.

"Waktu itu saya bayar Rp 100 ribu, untuk kawin suntik dan melihat kehamilan sapi saya satunya," ujar Subiha.

Ia juga mengaku sedih lantaran saat ini sedang dilanda pandemi COVID-19 sehingga keuangannya sangat kekurangan. Kegagalan kawin suntik ini sangat membuatnya tertekan.

Selain kinerja dan profesionalisme mantri hewan, para peternak sapi di Banyuwangi, juga mengeluhkan biaya kawin suntik yang terbilang mmahal menurut mereka, yakni Rp 50-70 ribu. Padahal, untuk proses kehamilan, kadang sapi perlu kawin suntik antara 2-5 kali.

"Ya memang harus bayar segitu, jadi kalau tidak punya uang ya tidak bisa kawin suntik sapi," imbuh Ilsaman, peternak satu desa dengan Subiha di Kabupaten Banyuwangi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak