Lawan Gempuran Bawang Impor, Petani Gunungkidul Kembangkan Varietas Lokal

Kami terus berupaya mengembangkan agar bawang putih lokal bisa tetap eksis di tengah gempuran bawang impor, kata Sugiman.

M Nurhadi
Kamis, 25 Juni 2020 | 08:11 WIB
Lawan Gempuran Bawang Impor, Petani Gunungkidul Kembangkan Varietas Lokal
Bawang putih varietas lokal (www.pertanian.go.id)

SuaraJogja.id - Guna menekan permintaan bawang putih impor yang terus mendominasi pasaran, Kelompok Tani (Klomtan) Gemah Ripah di Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, mengembangkan bawang putih lokal jenis lumbu putih.

Disampaikan oleh Ketua Klomtan Gemah Ripah, Sugiman, varietas ini jadi salah satu pilihan di Gunungkidul yang sudah dikembangkan sejak tahun 2000 lalu. Budi daya varietas ini sempat terhenti karena tingginya bawang putih impor.

Beberapa tahun belakangan, budi daya terus dilakukan agar masyarakat tidak bergantung pada bawang putih impor. Kini, usaha tersebut mulai membuahkan hasil, meskipun saat ini belum bisa dijual lantaran masih fokus pembenihan.

“Dua tahun lalu ada dua kelompok tani yang membudidayakan. Awalnya panen hanya 35 kilogram, tetapi sekarang sudah meningkat menjadi 217 kilogram,” ujar Sugiman kepada Harianjogja.com, Rabu (24/6/2020).

Baca Juga:Pengungsi Rohingya Terdampar di Aceh

Menurut dia, panen bawang putih varietas lokal ini masih terus dikembangkan agar bibit yang dimiliki bisa lebih banyak sehingga pembudidayaan bisa dilakukan secara lebih masif.

“Kami terus berupaya mengembangkan agar bawang putih lokal bisa tetap eksis di tengah gempuran bawang impor,” kata Sugiman.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto turut memberi apresiasi upaya pengembangan bawang putih varietas lokal yang dilakukan petani di kapanewon Playen.

“Harus dilestarikan,” ucap Bambang.

Meskipun bawang putih varietas lokal memiliki ukuran yang lebih kecil, namun memiliki keunggulan dalam aroma dan rasa yang lebih kuat serta khas.

Baca Juga:Harga Emas Dunia Anjlok Usai Capai Level Tertingginya

“Dengan terus membudidayakan, maka nantinya bisa dijual ke pasaran sehingga ketergantungan terhadap impor bisa dikurangi,” ujarnya.

Sekadar informasi, saat ini tidak banyak petani yang mengembangkan bawang putih jenis lokal. Petani di Kapanewon Playen, jadi salah satu petani di Kalurahan Logandeng yang turut mengembangkan varietas bawang putih.

Dalam mendukung pengembangan ini, DPP telah menyiapkan perluasan area tanaman serta menyiapkan 70 kilogram benih bawang putih jenis lumbu putih.

“Kami tawarkan ke petani agar ikut membudidayakannya. Semakin banyak benih, maka potensi pengembangan lebih maksimal,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak