alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Siapkan Desa Wisata Anggur di Bantul, Komisi B DPRD DIY Lakukan Peninjauan

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Kamis, 06 Agustus 2020 | 20:10 WIB

Siapkan Desa Wisata Anggur di Bantul, Komisi B DPRD DIY Lakukan Peninjauan
Anggota Komisi B DPRD DIY memetik buah anggur di halaman depan rumah salah satu warga Dusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Kamis (6/8/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Rio sendiri mengungkapkan, ia sudah mulai menanam anggur di halaman rumahnya sejak 2010 lalu.

Sudah Sejak Lama

Rio sendiri mengungkapkan, ia sudah mulai menanam anggur di halaman rumahnya sejak 2010 lalu. Waktu itu ia masih menanam buah anggur dengan jenis lokal saja.

Namun memasuki tahun ke empat tepatnya pada 2014, Rio mengganti buah anggur lokal tadi dengan anggur ninel atau yang disebutnya sebagai jenis Satria Tamansari.

"Jenis anggur Satria Tamansari ini juga sudah diresmikan Kementerian Pertanian sebagai salah satu varietas baru anggur lokal Bantul," kata Rio.

Baca Juga: Detik-detik Sebelum Joko Widodo Hilang Terseret Ombak

Dikatakan Rio bahwa hingga saat ini hampir lebih dari dari 85% warga di Dusun Plumbungan sudah ikut menanam anggur di halaman rumah mereka masing-masing. Sebenarnya tidak hanya satu jenis anggur yang ditanam namun kebanyakan warga memilih menanam jenis Satria Tamansari ini untuk dikembangkan karena memang perawatan yang lebih mudah.

"Tahun 2018 sudah mulai ramai pengunjung, kalau warga sini sejak tahun 2017 sudah mulai ikut menanam anggur juga," ucapnya. Rio menyebutkan panenan anggur di halaman rumahnya itu sempat menembus hingga 1.5 ton pada tahun 2018. Dari hasil itu pihaknya mengaku sudah langsung ludes diburu oleh pembeli dari daerah lokal saja.

Terkait dengan hasil buah dalam beberapa bulan terakhir, pihaknya menjelaskan hasilnya cenderung stabil meskipun tidak ada peningkatan maupun penuruanan yang drastis akibat pandemi Covid-19.

"Mungkin karena perawatan dan pengawasan kita aja kalau sekarang jadi agak kurang sedikit. Itu juga efek karena beberapa bulan sebelumnya juga sudah cukup banyak panennya sehingga sekarang agak kurang," jelasnya.

Rio yang saat ini memiliki lahan anggur seluas 200 m di depan rumahnya, sedangkan 350 m berada di belakang rumah mengaku sudah sejak dua tahun lalu disambangi pengunjung. Tidak hanya untuk berfoto-foto atau memetik buah anggur yang sudah matang di lahannya tapi juga membeli benih tumbuhan anggur untuk ditanam sendiri.

Baca Juga: Mundur 1,5 Tahun, Pembangunan JJLS Kelok 18 Dilanjutkan Awal Tahun 2021

"Sebenarnya pengunjung bisa metik sendiri buahnya, tapi kalau sekarang buahnya masih sedikit. Beberapa bulan kebelakang malah buah sama pengunjungnya banyakan pengunjungnya, bahkan kadang buah yang belum mateng juga dipetiki sama pengunjung, sayang juga sebenernya," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait