Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jamasan Pendiri Gunungkidul Tutup Bulan Suro, Pusaka Spesial Dikeluarkan

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Jum'at, 18 September 2020 | 19:19 WIB

Jamasan Pendiri Gunungkidul Tutup Bulan Suro, Pusaka Spesial Dikeluarkan
Keluarga Raden Ngabehi Wonopawiro Demang Pademangan Piyaman, pendiri Kabupaten Gunungkidul, ziarah ke makam Ki Demang Wonopawiro, Kamis (17/9/2020), setelah melakukan jamasan atau pembersihan pusaka pada hari-hari terakhir bulan Suro. - (SuaraJogja.id/Julianto)

Berbeda dengan jamasan- jamasan pusaka yang dimiliki oleh Demang Wonopawiro sebelumnya, kali ini hampir semua pusaka peninggalan Demang Wonopawiro dikeluarkan.

SuaraJogja.id - Bulan Muharram, atau dalam kalender Jawa sering disebut Wulan Suro, memang spesial bagi masyarakat Jawa. Berbagai tradisi sering mereka lakukan ketika masih di bulan Suro seperti sekarang ini. Mereka menganggap Wulan Suro membawa berkah tersendiri.

Seperti yang dilakukan oleh keluarga Raden Ngabehi Wonopawiro Demang Pademangan Piyaman, keluarga pendiri Kabupaten Gunungkidul ini melakukan jamasan atau pembersihan pusaka pada hari-hari terakhir di bulan Suro ini.

Kamis (17/9/2020) sore, atau dalam kalender Jawa sudah masuk pada hari Jumat Pahing, keluarga besar Demang Wonopawiro melaksanakan jamasan pusaka peninggalan leluhur mereka tersebut.

Diawali dengan tahlilan yang dipimpin oleh tokoh agama Islam di Pedukuhan Ngrebah, Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari, gelaran jamasan pusaka peninggalan Demang Wonopawiro dilaksanakan.

Cucu buyut Demang Wonopawiro, Harjana, menuturkan, pada kali ini berbeda dengan jamasan-jamasan pusaka yang dimiliki oleh Demang Wonopawiro sebelumnya. Kali ini hampir semua pusaka peninggalan Demang Wonopawiro dikeluarkan untuk di jamas alias dibersihkan. Bahkan ada pusaka yang baru dikeluarkan saat ini setelah 300 tahun disimpan.

"Kali ini memang spesial, apalagi ada kerabat Sri Sultan HB VIII yang datang," ujar Harjana.

Puluhan orang tampak memadati kediaman Demang Wonopawiro untuk mengikuti prosesi jamasan pusaka tersebut. Tampak cucu Sri Sultan HB X, Gusti Kukuh Hestarining, bersama istri, menghadiri dan memimpin rangkaian prosesi jamasan pusaka Demang Wonoprawiro.

Hadir pula bakal calon bupati Gunungkidul Mayor Sunaryanto di tengah-tengah tamu undangan. Sebelum prosesi jamasan, yang diawali dengan tahlilan, dimulai, mereka melakukan ziarah kubur ke makam Ki Demang Wonopawiro, yang letaknya sekitar 200 meter dari kediaman Demang Wonopawiro.

Beberapa benda pusaka yang dijamas kali ini adalah Gamelan, Tombak, Keris, dan Besi Kuning. Ada beberapa pusaka, seperti tombak dan keris, yang baru dikeluarkan kali ini setelah tersimpan rapi selama 300 tahun lamanya. Pusaka lengkap ini dijamas dengan ramuan khusus, termasuk air dari 7 sumber mata air yang dilaruti kembang 7 rupa.

"Jamasan ini sudah turun temurun kami laksanakan,"paparnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait