Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lahir dari Pembungkaman, Pendekar Pena Balairung Menjelma Jadi Petarung

Reza Gunadha | Hadi Mulyono Sabtu, 17 Oktober 2020 | 21:32 WIB

Lahir dari Pembungkaman, Pendekar Pena Balairung Menjelma Jadi Petarung
Awak BPPM Balirung saat liputan turun ke lapangan. (Arsip BPPM Balairung)

Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM menjadi ruang bagi insan intelektual untuk menuangkan gagasannya di bidang kejurnalistikan.

Kaca mata Balairung memandang, peran utama air sebagai fungsi ekologis acapkali diabaikan yang berdampak pada berbagai persoalan klasik seperti krisis air bersih hingga terjadinya kekeringan.

Sadar akan perubahan zaman, lembaga pers ini mulai merambah ke ranah videografi yang dituangkan ke kanal YouTube mereka BPPM Balairung.

Fahmi dan Faza mengamini, perubahan zaman memaksa mereka menghadirkan produk jurnalistik yang bisa diambil manfaatnya dan bisa dinikmati tanpa harus membaca.

“Tapi memang masih dikejar produktivitasnya karena masih bongkar pasang gimana formasi yang paling pas. Itu juga baru dirintis tahun lalu kan, sebelum-sebelumnya memang sudah ada, kayak video-video itu tapi masih belum terkonsep,” terang Fahmi sambil menyeruput kopinya.

Selama tiga tahun berproses di Balairung, Fahmi dan Faza mengaku telah menemukan ruang yang tepat untuk menuangkan potensi yang ada pada diri mereka.

Fahmi semakin mantap dengan sastranya, sedangkan Faza semakin yakin dengan kemampuan desainnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait