alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bertambah, Kasus Positif Covid-19 Karyawan Bank di Bantul Capai 7 Orang

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Sabtu, 24 Oktober 2020 | 13:47 WIB

Bertambah, Kasus Positif Covid-19 Karyawan Bank di Bantul Capai 7 Orang
Ilustrasi Covid-19 (Unsplash/Adam Niescioruk)

Lima di antaranya berdomisili di Bantul, sementara dua orang berdomisili luar Bantul.

SuaraJogja.id - Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari salah satu bank di Bantul bertambah lagi. Total hingga saat ini sudah mencapai tujuh pegawai dari bank yang sama dinyatakan positif Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santoso, atau yang kerap disapa Oki, saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu (24/10/2020). Dari tujuh pegawai dalam salah satu bank itu, lima di antaranya berdomisili di Bantul, sementara dua orang berdomisili luar Bantul.

"Untuk kasus bank yang ada di Bantul sesuai laporan dari pihak bank dan setelah kami cocokkan dengan kasus yang bersangkutan, ada lima pegawai yang domisili Bantul dan dua pegawai domisili luar Bantul," kata Oki.

Sebelumnya Oki menyebutkan bahwa kelima orang yang berdomisili di Bantul sudah menjalani perawatan dan isolasi di beberapa rumah sakit rujukan.

"Satu orang dirawat di RSUD Panembahan Senopati, lainnnya terbagi di beberapa tempat. Ada yang menjalani isolasi di Shelter dan RS Lapangan khusus Covid-19 Bambanglipuro," ucapnya.

Oki menyebutkan, sampai dengan saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan atau notifikasi secara resmi dari pihak bank di tempat para pasien tersebut bekerja. Dikatakan Oki, pihaknya masih terus menunggu terkait hasil tracing dari kelima karyawan tersebut.

Sejauh ini perkembangan hasil tracing sementara dari baru diketahui dari kasus pertama. Hasil yang dilaporkan tersebut didapati dua anggota keluarga yang terkonfirmasi positif yakni ayah dan adik ipar pasien asal Kecamatan Sewon.

"Kalau tracing lainnya belum diketahui hasilnya," sebutnya.

Ia menambahkan, pihak bank bersangkutan juga sudah melakukan pelacakan terhadap persebaran kasus karyawannya tersebut secara mandiri.

Akibat temuan kasus ini, pelayanan perbankan terpaksa masih harus ditiadakan hingga saat ini atas inisiatif dari bank pusat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait