Pesepeda di Jogja Diduga Disiram Air Keras, Aktivis: Lapor Aparat Hukum!

"Kasus tersebut mengindikasikan tindakan kriminal. Jadi penyidikan dan penuntasan kasusnya harus dipastikan pada ranah pidana."

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Jum'at, 30 Oktober 2020 | 14:22 WIB
Pesepeda di Jogja Diduga Disiram Air Keras, Aktivis: Lapor Aparat Hukum!
Pesepeda di Jogja disiram cairan panas oleh orang tak dikenal - (Instagram/@williamrudy)

Aktivis Pesepeda, Elanto Wijoyono, menyayangkan adanya kejadian penyiraman air keras terhadap pesepeda itu. Sebab menurut dia, secara prinsip semua pengguna jalan berhak atas keamanan dan keselamatan. Baik itu pemerintah, Pemda, maupun sesama pengguna jalan, punya tanggung jawab menjaga aspek tersebut.

"Kasus tersebut mengindikasikan tindakan kriminal. Jadi penyidikan dan penuntasan kasusnya harus dipastikan pada ranah pidana," tegasnya.

Lebih jauh, penting bagi Pemda dan aparat untuk bisa membangun sistem yang lebih utuh dalam melindungi keamanan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya pesepeda atau pengguna kendaraan tidak bermotor, pejalan kaki, hingga difabel.

Pengguna kendaraan nonmotor termasuk kelompok paling rentan di jalan raya. Jaminan keamanan dan keselamatan terhadap kelompok tersebut penting untuk diberi rasa aman dan nyaman berkendara.

Baca Juga:Diduga Disiram Air Keras, 3 Pesepeda di Jogja Rasakan Panas di Kulit

"Korban seharusnya melapor agar ada penyelidikan dan penuntasan secara hukum," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Della, salah satu korban, menceritakan bahwa peristiwa yang kini ramai di media sosial itu terjadi pada Kamis (29/10/2020) sekitar pukul 6 pagi WIB.

Kejadian serupa kemudian dialami dua pesepeda lainnya yang juga teman korban di waktu dan lokasi yang berbeda, tetapi masih sama-sama di area utara hotel Hyatt Regency, Jalan Palagan.

Korban kedua disiram cairan panas oleh orang tak dikenal pada sekitar pukul 06.17 WIB, sedangkan korban ketiga pada pukul 06.40 WIB.

Ketiganya tak mengalami luka pada tubuhnya. Hanya saja, kulit mereka terasa panas dan celana yang dikenakan saat berolahraga pagi itu rusak.

Baca Juga:Kewalahan Marak Pesepeda Diincar Begal, Pemprov DKI Minta Bantuan Tentara

Kontributor : Uli Febriarni

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak