alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anies Diperiksa Usai Kerumunan Habib Rizieq, Mahfud MD Dituding Biang Kerok

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hernawan Kamis, 19 November 2020 | 07:53 WIB

Anies Diperiksa Usai Kerumunan Habib Rizieq, Mahfud MD Dituding Biang Kerok
Mahfud MD saat memberikan keterangan di Channel Youtube Sekretariat Presiden (Youtube)

Dia menilai, kemampuan Mahfud MD loyo saat mulai masuk dalam Istana.

SuaraJogja.id - Pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh kepolisian, sebagai buntut dari acara Habib Rizieq Shihab, disangkutkan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD.

Pengamat Politik Rocky Gerung menuding Mahfud MD sebagai biang kerok di balik permasalahan tersebut. Bagi Rocky Gerung, segala masalah itu terjadi karena sikap Mahfud MD.

"Sebenarnya Mahfud MD ini yang punya gara-gara semua," ujarnya dikutip dari Tayangan dalam Kanal YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (18/11/2020).

Rocky Gerung mengatakan, Mahfud MD tidak menjalankan tugasnya dengan baik selagi menjabat Menkopolhukam.

Baca Juga: Polisi Buka Peluang Periksa Ridwan Kamil Soal Kerumunan Acara Habib Rizieq

Menurutnya, Mahfud MD tidak melakukan koordinasi dengan baik atas semua informasi publik.

Rocky Gerung Mengomentari Pemanggilan Anies Baswedan (YouTube/Rocky Gerung Official).
Rocky Gerung Mengomentari Pemanggilan Anies Baswedan (YouTube/Rocky Gerung Official).

"Karena enggak ada koordinasi Mahfud MD Menkopolhukam yang membawahi semua informasi publik, BIN, intelijen, polisi, dia enggak bisa olah," kata Rocky.

Kemudian, Rocky Gerung menerangkan kemungkinan alasan Mahfud MD tidak menjalankan tugasnya secara maksimal.

Menurut dia, Mahfud MD menunggangi dukungan palsu relawan yang terlihat mendukung Pemerintahan Jokowi. Padahal, mereka hanya mendukung apabila diberi jatah.

Adapun di antara relawan yang dimaksud Rocky Gerung adalah Buzzer dan Influencer.

Baca Juga: Waktu Pengadaan Tutup Bulan Depan, Jokowi Wanti-wanti Proyek Konstruksi

"Dia menunggangi dukungan palsu relawan. Dia berpikir, buzzer memberi informasi lebih baik dari intelijen. Itu kesalahan Pak Mahfud MD. Padahal dia punya kapasitas," cetus Rocky.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait