alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

5 Penyebab Kematian Mendadak Saat Tidur

Risna Halidi Rabu, 02 Desember 2020 | 18:25 WIB

5 Penyebab Kematian Mendadak Saat Tidur
Ilustrasi tidur. (Sumber: Shutterstock)

Berikut adalah beberapa penyakit yang paling sering menjadi penyebab kematian saat tidur.

SuaraJogja.id - Kematian yang terjadi secara mendadak saat tidur, tanpa gejala atau tanda-tanda sakit akan sangat mengejutkan banyak pihak.

Mereka awalnya masih tampak sehat dan bersemangat sebelum pergi tidur. Padahal bisa jadi, gejala penyakit-penyakit yang menyebabkan kematian mendadak dalam tidur ini sudah muncul, tapi seringkali disepelekan.

Berikut adalah beberapa penyakit yang paling sering menjadi penyebab kematian saat tidur seperti yang dikutip dari Hellosehat berikut ini.

1. Sleep apnea
Gangguan tidur apnea (sleep apnea) terjadi ketika seseorang berhenti bernapas selama beberapa kali dalam tidurnya. Biasanya orang yang menderita sleep apnea akan berhenti bernapas selama sekitar sepuluh detik dan bisa berulang hingga lima kali dalam satu jam selama seseorang tertidur. 

Baca Juga: 10 Minyak Esensial yang Dipercaya Ampuh Tingkatkan Kualitas Tidur

Jika gangguan ini terus bertambah parah, tubuh bisa gagal menarik napas lagi setelah tertahan dan mengakibatkan terhentinya sistem pernapasan hingga berujung pada kematian. Beberapa faktor risiko gangguan tidur apnea adalah obesitas, gagal jantung, dan berbagai penyakit jantung.

2. Sudden cardiac arrest
Sudden cardiac arrest atau henti jantung mendadak bisa dipicu oleh kelainan dan disfungsi pada sinyal elektrik yang mengatur detak jantung. Saat hal ini terjadi, jantung berhenti memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Jika tidak langsung ditangani, henti jantung akan menyebabkan kematian.

Henti jantung dipicu oleh beberapa hal antara lain diabetes, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, serta faktor genetik. Ada beberapa gejala yang harus diwaspadai misalnya tiba-tiba jatuh pingsan, ada sejarah kematian karena penyakit jantung dalam keluarga, dan dada yang terasa nyeri.

3. Serangan jantung
Berbeda dari henti jantung, serangan jantung tidak disebabkan oleh kesalahan pada sirkuit elektrik dalam tubuh. Serangan jantung saat tidur terjadi karena aliran darah ke otot-otot jantung terhambat sehingga jantung tidak mendapatkan suplai oksigen dari darah. Dalam beberapa kasus, jantung masih tetap berdetak tapi otot-otot yang tidak mendapatkan oksigen akan mengalami kerusakan.

Biasanya serangan jantung disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Tanda-tanda yang bisa diamati adalah rasa nyeri dan tertekan di dada atau lengan, demam, muntah-muntah, dan debaran jantung yang tidak teratur (terlalu cepat atau terlalu lambat).

Baca Juga: Kapan Penyakit Alzheimer Berkembang Bisa Diprediksi Lewat Kualitas Tidur

4. Penggumpalan darah
Umumnya penggumpalan darah tidak membahayakan kesehatan. Tetapi, kalau darah yang menggumpal sudah menjadi terlalu besar, gumpalan tersebut akan menghalangi aliran darah. Jika aliran yang terblokir adalah pembuluh utama yang memompa darah menuju otak atau jantung, penggumpalan darah bisa berujung pada seseorang meninggal saat tidur.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait