Berusaha dan sabar tetap membuka usaha, Sulastri juga memanfaatkan jualan secara online. Hal itu dia lakukan agar perputaran uang tetap berjalan dan bisa menghidupi keluarganya.
Berjibaku hampir sembilan bulan sejak Maret-November, usaha sate klathaknya kembali pulih. Walau sedikit pendapatan, tetapi Sulastri tetap bersyukur.

"Alhamdulilah ketika Pemda DIY mulai melonggarkan aturan jam buka toko, akhirnya ada sedikit pemasukan. Resto yang sebelumnya sempat berhenti, kami buka lagi. Namun menjual secara online tetap kami lakukan," ujar dia.
Adanya festival kuliner seperti ini dianggap sebagai promosi oleh Sulastri. Beberapa food blogger, masyarakat umum, termasuk media, diundang untuk kembali membangkitkan ekonomi warga kecil yang sempat terpuruk.
Baca Juga:Marak Politik Uang Jelang Pilkada, JCW Beri Bawaslu Bantul Kerupuk Melempem
"Saya melihat bahwa festival seperti ini sebagai ajang promosi. Sebenarnya kuliner di Bantul itu banyak dan festival ini sekaligus promosi kepada masyarakat, menurut saya ajang ini sangat baik untuk UKM," terang ibu dua anak tersebut.
Festival yang digelar oleh Dyah Novie's Project (DNP) bekerja sama dengan IPAS itu mengahadirkan 80 peserta dari pelaku usaha UMKM Perempuan.
Sebanyak tujuh menu makanan dilombakan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang ingin bergabung. Ketujuh makanan tersebut merupakan masakan khas Bantul seperti, Gudeg Manggar, Ingkung, Mangut Lele, Sate Klathak, Bakmie Pecel, Mides serta Mie Lethek.
Selain lomba memasak, bazar juga disediakan di festival tersebut. Terdapat 40 pelaku usaha yang bergabung di dalam bazar itu.
Founder DNP Dyah Heningtyas Noviani menuturkan bahwa festival ini untuk mendorong UMKM perempuan terus berinovasi di tengah kondisi Covid-19.
Baca Juga:80 Orang Terjangkit Leptospirosis, 1 Warga Bantul Meninggal Dunia
"Justru di tengah pandemi ini perempuan terutama ibu-ibu bisa berinovasi. Salah satunya ada yang menjual makanan secara online. Dia bisa memasak dan menawarkan di media sosial. Nah festival ini menjadi wadah bagi mereka untuk mengenalkan makanan yang mereka promosikan," ujar dia.