SuaraJogja.id - Menyebut Islam yang datang dari Arab sebagai agama arogan, Abu Janda menyinggung banyak pihak hingga hendak dilaporkan ke polisi. Namun, pria bernama asli Permadi Arya ini sudah memberikan klarifikasinya secara langsung di podcast milik Deddy Corbuzier. Dalam kesempatan itu, turut hadir juga Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, yang mengaku sudah sejak lama memendam amarah kepada Permadi.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Deddy Corbuzier tersebut, Abu Janda menyampaikan bahwa yang ia maksud arogan adalah Islam yang dianut oleh Tengku Zulkarnain. Dalam kata lain, ia menyebut cara beragama Tengku Zul adalah Islam yang keras. Kalangannya dinilai melarang penggunaan kebaya dan pelaksanaan sedekah laut.
Meski demikian, Gus Miftah secara tegas mengatakan, cara penyampaian Permadi adalah salah. Aktivis Dakwah Hilmi Firdausi melalui akun Instagram pribadinya @hilmi28 juga ikut memberikan pandangannya. Setelah menyaksikan video klarifikasi Permadi Arya tersebut, ada beberapa poin yang menurut Hilmi ngaco.
"Dia bilang yang arogan itu Islamnya UTZ dkk yang mengharamkan sedekah laut & kebaya karena aurat serta karifan lokal lainnya," tulis Hilmi dalam keterangannya.
Baca Juga:Islam Dihina, Petarung MMA Banting Lawannya Tanpa Ampun
Menurutnya, Islam justru datang ke Indonesia dengan akulturasi budaya yang luar biasa. Hal tersebut terlihat dari cara berdakwah Walisongo menggunakan wayang kulit yang telah dimodifikasi, sehingga tidak melanggar syariah. Begitu juga dengan kebaya, tidak ada aliran dalam Islam yang melarang penggunaan kebaya.
Menurut Hilmi, tidak ada yang mengharamkan penggunaan kebaya, apalagi sampai membuat seseorang murtad dari agama Islam. Ia menjelaskan, jenis kebaya yang diharamkan adalah yang terbuka dan menonjolkan lekuk tubuh penggunanya.
"Istri saya juga kadang pakai kebaya, tapi longgar dan berhijab lebar, sehingga tidak melanggar syariah agama," imbuh Hilmi.
Sementara mengenai kegiatan sedekah laut, menurutnya, memang sebuah aktivitas yang menunjukkan kemusyrikan dilarang oleh agama. Jika ingin sedekah, kata dia, bisa dilakukan kepada sesama manusia yang tinggal di daratan. Ikan paus dan ikan hiu sudah diberi banyak makanan oleh Tuhan di dalam lautan, kata Hilmi.
Terkait ajaran Islam Tengku Zul yang dinilai keras, menurut Hilmi, itu sama saja dengan Islam pada umumnya. Dilihat dari cara dakwahnya, Tengku Zul menyampaikan ajaran yang benar sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Hanya saja, lanjut Hilmi, Tengku Zul punya gaya khas orang Medan yang tidak menggunakan basa-basi.
Baca Juga:Abu Janda Bilang Islam Arogan, Cak Nun: Salah Aransemen
"Jangan karena berbeda pendapat dan pandangan politik serta suka mengkritik dibilang Islam garis keras, ya ga adil donk," tulis Hilmi.
Hilmi menegaskan, Islam bukanlah agama yang arogan. Kedatangannya dari Arab sebagai agama transnasional sama saja dengan kedatangan agama lainnya ke Indonesia. Masyarakat dinilai justru akan tertawa jika Islam disebut berasal dari Nusantara.
Selanjutnya, pernyataan Permadi Arya mengenai aliran Salafi dan Wahabi yang arogan juga perlu dibahas lebih jauh lagi. Hilmi menyebutkan, Abu Janda lebih ngaco jika menilai Tengku Zul adalah anggota Salafi atau Wahabi. Sebab, Tengku Zul adalah seorang Tablighi.
"Rasul kan bilang, gak akan masuk surga orang yang punya sifat arogan walau sebesar dzarrah. Jadi gak mungkin banget Islam itu arogan ya gaes," tutup Hilmi.
Sejak diunggah Selasa (2/2/2021), tanggapan Hilmi mengenai pernyataan Abu Janda yang menyebutkan Islam tengku Zul arogan sudah disukai lebih dari 20 ribu pengguna Instagra.
Ada 800 lebih warganet yang ikut memberikan tanggapan di kolom komentar.