Warga dan DPRD Protes Kerumunan di HeHa Ocean View Kenapa Dibiarkan

objek wisata baru HeHa Ocean View sempat viral jadi sorotan lantaran menimbulkan kerumunan.

Galih Priatmojo
Senin, 08 Februari 2021 | 16:55 WIB
Warga dan DPRD Protes Kerumunan di HeHa Ocean View Kenapa Dibiarkan
Lokasi Heha Ocean View yang jadi destinasi baru di Gunungkidul menjadi sorotan lantaran adanya kerumunan di tengah situasi pandemi. [Kontributor / Julianto]

SuaraJogja.id - Sejumlah pihak menilai pemerintah Kabupaten Gunungkidul tidak adil dalam memberlakukan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di wilayah ini. Kebijakan tersebut hanya berlaku bagi masyarakat kecil dan tidak berlaku bagi pemegang modal.

Sebab, kegiatan masalah terkecil seperti hajatan ataupun warung warung dibatasi jam operasional dan jumlah pengunjungnya. Di satu sisi kerumunan justru terjadi di objek wisata baru yang yang tengah viral belakangan ini dan notabene memiliki modal besar alias investor.

Ketua Forum Piswonan Gunungkidul, Jayadi mengatakan, ketimpangan sangat berasa belakangan ini. Di saat masyarakat ditekan sedemikian rupa dengan PSTKM namun di sisi lain investor besar seolah ada pembiaran. Pemerintah menindak tegas hajatan dari masyarakat namun di satu sisi membiarkan kerumunan di obyek wisata baru, HeHa Ocean View.

"Kami mendesak pemerintah agar kebijakan PSTKM ini juga memberikan solusi,"tegasnya, Senin (8/2/2021).

Baca Juga:Lamborghini Nekat Terabas Jalur Berbatu di Gunungkidul, Warganet: Ngiluuu

Sejatinya, secara garis besar pihak penyedia jasa persewaan alat pesta sudah siap dengan tatanan kehidupan baru, dalam rangka pencegahan penyebaran covid19. Ia mengatakan, kehidupan harus tetap dinamis, kegiatan ekonomi sosial harus tetap berjalan.

Jayadi menambahkan, kegiatan hajatan dan kegiatan sosial lainnya harus tetap berlangsung. Ia menunggu aturan baku yang konkrit dari pemerintah dan harus berimbang dalam artian berlaku kepada siapapun. Dan seandainya wacana PSTKM tetap dilaksanakan dengan tidak memperbolehkan hajatan, maka kerumunan di obyek wisata juga harus dievaluasi.

"Kami akan tetap berjuang, kan sekarang tetap ada sebaran kasus, berarti bukan karena hajatan. Jadi tidak mungkin kan kalau karena aturan PSTKM kehidupan berhenti, harus kita yang menyesuaikan, kita tidak bisa hanya diam terus menerus untuk melangsungkan hidup," ujar Jayadi.

Salah seorang seniman Gunungkidul, Joni Gunawan berharap pemerintah bisa adil dengan lapisan masyarakat yang bekerja di bidang hajatan atau kegiatan sosial lainnya. Dikatakan Joni, Senin ini Pemkab Gunungkidul tengah menggelar rapat mengenai tanggapan surat dari pejuang tarub.

Mestinya pemerintah bisa adil antara hajatan dengan pasar ataupun obyek wisata. Di mana potensi penyebaran covid19 lebih besar justru dibiarkan begitu saja. Saat ini, lanjut Joni, pelaku seni di Gunungkidul seakan mati suri. Pihaknya pun sampai menerima tawaran pentas dari luar daerah.

Baca Juga:Meninggal Saat Berlayar, Jenazah TKI Taiwan Dimakamkan di Gunungkidul

"Hari ini saya menerima job bersama temen-temen di luar daerah, saking disini bener-bener tidak ada job," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A, DPRD Gunungkidul, Ery Agustin mengatakan, dibukanya HeHa Ocean View ini dikhawatirkan memunculkan klaster baru penularan covid-19. Pasalnya, selama ini pihaknya mengamati tidak ada pemantauan dari tim Gugus Tugas Covid Kabupaten maupun Sat Pol PP dan penegak lainya yang turun ke lokasi. 

“Jangan sampai muncul klaster HeHa. Disana pantauan kami penuh sesak wisatawan dan tanpa pengawasan,” kata dia. 

Ery menambahkan, munculnya HeHa ocean view ini juga memicu konflik di masyarakat. Pasalnya selama ini pemerintah dan penegak protokol kesehatan dianggap tebang pilih. 

“Warung pecel lele disuruh tutup, hajatan tidak diperbolehkan. HeHa dibiarkan, mana protokol kesehatan ketat,” tandas Ery. 

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Gunungkidul, Sugito mengatakan pihaknya telah melakukan pengawasan ketika awal pembangunan obyek wisata tersebut. Bahkan saat itu Pol PP juga telah memberikan teguran ke pihak perusahaan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak