"Saat ini, kami menyebutnya Situs Langgen 121, karena lokasi penemuan bebatuan tersebut berada di Kampung Langgen, Padukuhan Pereng. Untuk angka 121, karena ditemukan pada tanggal 21,” terangnya.
Mengetahui temuan tersebut, pihaknya langsung melaporkan kepada pihak terkait termasuk Pak Lurah Sumberharjo hingga Camat Prambanan. Serta tidak lupa juga kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).
“Bapak Lurah, Bapak Camat juga tim dari BPCB juga sudah melihat langsung temuan batu tersebut Senin (22/02/21) kemarin. Saat ini kami tinggal menunggu kajian dari BPCB seminggu ke depan, apakah batu tersebut adalah batuan bersejarah atau bukan,” tandasnya.
Sementara itu, Camat Prambanan, Rasyid Ratnadi Sosiawan yang mendapat laporan itu juga ikut meninjau lokasi penemuan batuan tersebut. Ia menyambut baik kegiatan warga Dukuh Pereng dalam rangka melestarikan sejarah di wilayah tempat tinggalnya.
Baca Juga:Cuti Bersama Dipangkas, Pemkab Sleman Yakini Tidak Akan Ada Masalah
"Kegiatan warga dan Bapak Dukuh Pereng dalam rangka berusaha untuk nguri-nguri atau mencari jati diri dan cikal bakal dari suatu peninggalan masa lampau di dusunnya ini merupakan sesuatu yang baik dan patut diapresiasi,” ungkap Rasyid.
Disampaikan Rasyid, temuan ini bisa menjadi sebuah temuan yang besar. Ditambah pula temuan ini bisa menjadi media informasi sejarah masa lampau juga melengkapi keterangan-keterangan sejarah yang sudah ada di wilayah Prambanan dan sekitarnya.
Ia berharap temuan ini bisa menjadi sebuah sarana pendidikan kesejarahan juga sarana pelengkap pariwisata di daerah Prambanan dan sekitarnya.
Sebelumnya diketahui warga Pereng, Sumberharjo, Prambanan, Sleman menemukan jajaran baru mirip pondasi candi. Penemuan ini berada di sekitar perbukitan Desa Wisata Pereng, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Minggu (21/2/2020) lalu.
Hingga kini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari BPCB untuk bisa memastikan temuan batuan tersebut merupakan benar situs bersejarah atau tidak.
Baca Juga:Ketersediaan Kit Antigen di Sleman Terbatas, Tracing Belum Bisa Tancap Gas