Semula target KONI DIY sendiri memang berada di angka 17 medali emas. Dengan catatan penambahan medali emas didapatkan dari cabang olahraga balap sepeda dan dansa.
"Maka kita sepakat dengan Pemda untuk mereduce target riil menjadi 11 medali emas," ucapnya.
Djoko menjelaskan bahwa hingga saat ini andalan di KONI DIY masih berada di beberapa cabang olahraga. Mulai dari panahan, voli pasir, bela diri di sekitar pencak silat, wushu serta sepatu roda.
"Kita juga berharap dari aero sport. Ada terbang layang dan terjun payung," imbuhnya.
Baca Juga:Sebanyak 37 Pengurus KONI DIY Periode 2021-2025 Resmi Dilantik
Selanjutnya setelah PON XX di Papua, Djoko pun menuturkan sudah akan langsung bersiap untuk PON XXI tahun 2024 di Sumut - Aceh. mendatang. Hal itu dengan mempertimbangkan tenggat waktu yang tidak terlalu panjang akibat mundurnya pelaksanaan PON XX Papua.
"Jadi begitu kita pulang dari PON Papua nanti langsung memulai pemusatan latihan daerah pra kualifikasi PON [Sumut dan Aceh]," tandasnya.
Sementara itu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan bahwa pandemi Covid-19 memang memberi dampak pada seluruh penyelenggaraan event olahraga. Termasuk dengan persiapan seluruh atlet dalam Puslatda.
Meski begitu, Sri Sultan memberikan instruksi agar Puslatda tetap dilaksanakan. Hal itu bertujuan untuk tetap menjaga kondisi dan prestasi yang telah dicapai dalam Puslatda sebelumnya.
"Karena setiap provinsi menghadapi kendala serupa maka perolehan 20 mendali emas harus tetap ditargetkan. Syarat mutlaknya adalah disiplin dalam berlatih dan mengikuti semua program Puslatda," kata Sri Sultan.
Baca Juga:Pengurus KONI DIY Periode 2021-2025 Dikukuhkan, Terdapat Sejumlah Nama Lama
Sebelumnya diberitakan bahwa kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KONI DIY) Masa Bakti 2021-2025 telah resmi dilantik pagi ini Senin (3/5/2021). Pengukuhan 37 pengurus itu digelar di Bangsal Kepatihan, dengan dihadiri langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Ketua Umum KONI, Marciano Norman.