Untuk di ruang IGD sendiri terjadi peningkatan yang sangat drastis pada Sabtu (26/6/2021) kemarin. Ruang rawat inap atau IGD yang tersedia sudah melebihi kapasitasnya.
"Kapasitas di ruang IGD maksimal delapan orang, tapi terjadi penumpukan pasien hingga 12 atau 13 orang. Kondisi ini tentu menganggu proses pelayanan kami," katanya.
Pihak rumah sakit pun memberlakukan sistem buka tutup supaya tidak terjadi penumpukan pasien.
"Istilahnya buka tutup. sehingga kami fokus pada pasien yang sudah ada di IGD," katanya.
Baca Juga:Kondisi Quraish Shihab Membaik, Najwa Shihab Panjatkan Doa Ini
Kondisi IGD di Panti Rapih sudah mulai terkendali sejak Minggu (27/6/2021) lalu.
"Hari ini pun demikian walau masih ada 16 pasein yang ada di IGD. Pasien yang di IGD bisa dipulangkan hari ini akan langsung kami minta pulang," imbuhnya.
Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Rukmono Siswishanto mengatakan, kondisi terkini rumah sakit Sardjito dalam keadaan aman meski mendirikan tenda di depan rumah sakit.
"Tenda itu pasien Covid-19 yang mau masuk ke ruang perawatan namun harus menunggu berbagai hal karena ada yang disiapkan baik di poli atau bangsalnya," katanya.
Ke depannya, tenda tersebut baru akan difungsikan apabila terjadi lonjakan pasien.
Baca Juga:Kasus Covid-19 di Kota Semarang Menggila, 8 Rumah Sakit Laporkan Sudah Overload
"Kalau jumlah pasiennya membludak baru difungsikan. Sampai sekarang belum difungsikan," ujarnya.