Pasutri di Sleman Meninggal Saat Isoman, Pemulasaraan Jenazah Sempat Antre Berjam-jam

Pasutri pasien Covid-19 tersebut sempat sesak napas saat isolasi mandiri.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 12 Juli 2021 | 15:54 WIB
Pasutri di Sleman Meninggal Saat Isoman, Pemulasaraan Jenazah Sempat Antre Berjam-jam
Ilustrasi jenazah (Shutterstock).

"Sebelum zuhur telepon satgas. Dari satgas bilang baru menunggu dokter. Saya ke sana bareng satgas dan dokter puskesmas. Sampai di sana masuk ternyata bu KR [istri] itu sudah tidak ada [meninggal]. Melihat kondisinya, tidak adanya sudah dari pagi, sekitar 3-4 jam yang lalu. Jadi bisa diperkirakan bisa meninggalnya pagi, jam 9 atau jam berapa," terangnya.

Saat itu, sang suami JS berada tidak jauh dari istrinya dengan posisi sudah sesak napas. Lalu dokter memutuskan untuk membawa dia ke RSUP Dr Sardjito.

Namun memang sebelum dibawa ke rumah sakit, kondisi yang bersangkutan sudah sangat lemah. Dengan kondisi itu benar saja, sang suami JS pun mengembuskan napas terakhirnya ketika di perjalanan menuju rumah sakit.

"Akhirnya diputuskan untuk dibawa pulang lagi dijadikan satu tempat pemulasaraannya [dengan istrinya]," imbuhnya.

Baca Juga:Lebih Dari Lima Orang, Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri di Cianjur Meninggal Dunia

Dari Satgas Covid-19 setempat langsung menghubungi BPBD Sleman untuk pemulasaraan. Akibat lonjakan kasus yang masih tinggi pihaknya juga masih harus mengantre sekitar sembilan jam untuk mendapat penanganan.

"Terus dari satgas telpon BPBD Sleman tapi karena penuh juga kita dapat antrean nomor 5. Terus kita nunggu itu," ucapnya.

Setelah pihaknya menunggu cukup lama, tim pemulasaraan jenazah dari BPBD Sleman baru tiba di lokasi pukul 10.30 WIB. Untuk selanjutnya dilakukan pemulasaraan kepada jenazah dan langsung berangkat ke TPU Madurejo pukul 11.20 WIB untuk disemayamkan.

Surahmin menambahkan bahwa situasi Covid-19 di pedukuhannya memang cukup tinggi. Terbukti dari puluhan warga yang tercatat terkonfirmasi positif Covid-19.

Berdasarkan data dari bulan Juni lalu, tercatat sudah ada 80 orang dalam 17 RT dan 6 RW yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah keseluruhan itu sebanyak 26 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Baca Juga:Lagi, Pasien Isolasi Mandiri di Cianjur Meninggal Dunia di Rumah Kost

"Termasuk ada enam yang meninggal. Kalau untuk yang meninggal saat isolasi di rumah cuma Bu KR ini, yang lain meninggal di rumah sakit," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak