Kritik Pemerintah Soal Penanganan Pandemi, Aliansi Mahasiswa UGM Berkirim Berita Duka Cita

Aliansi Mahasiswa UGM kirimkan berita duka kritik pemerintahan Jokowi tangani pandemi

Galih Priatmojo
Kamis, 15 Juli 2021 | 18:17 WIB
Kritik Pemerintah Soal Penanganan Pandemi, Aliansi Mahasiswa UGM Berkirim Berita Duka Cita
Aliansi Mahasiswa UGM beri kritik ke pemerintah lewat berita duka. [aliansi mahasiswa UGM / Instagram]

Kritik Aliansi Mahasiswa UGM itupun disambut beragam komentar.

"Mantap, setelah kemarin terlibat dalam dapur umum kritik tetap berjalan. Harusnya yang empunya kuasa malu pada rakyatnya," kata anju****

"Waktunya turun ke jalan," tulis nagi****

Sementara itu, pemerintah sendiri mengakui bahwa situasi pandemi yang saat ini terjadi sulit untuk dikendalikan, terkhusus untuk Covid-19 varian delta.

Baca Juga:Kata Menteri Luhut, China Kasih Bantuan Medis dan Vaksin Senilai 7,8 Juta Dolar AS

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang sebelumnya menyebut kasus Covid-19 terkendali, secara terang-terangan mengaku untuk saat ini terutama dengan adanya varian delta sulit untuk dikendalikan.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini melanjutkan, penyebaran varian delta bisa mencapai enam kali lebih cepat dibandingkan varian alpha.

Hingga saat ini, belum ada negara manapun yang bisa mengendalikan varian delta ini. Semua negara, kesulitan menghadapi varian delta ini.

"Peningkatan kasus akibat varian delta, jangan lihat Indonesia aja yang kena. Inggris, Belanda kena. PM Belanda kena karena setuju lepas masker. Malaysia sampai hari ini juga delta. Amerika sendiri sekerang terjadi kenaikan luar biasa. Mohon kita paham, varian delta tak bisa dikendalikan," jelasnya.

Luhut menambahkan, varian delta ini juga menurunkan keandalan atau efikasi semua jenis vaksin. Maka dari itu, pihaknya terus memperketat pergerakan mobilitas.

Baca Juga:Tanggapi Ucapan Luhut Soal Covid-19, Susi Pudjiastuti: Katanya Kemarin Terkendali

Dalam hal ini, Pihaknya tak bosan-bosan meminta kepada masyarakat agar patuh dengan protokol kesehatan dan menghindari terjadinya kerumunan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak