Juli Belum Usai, TRC BPBD Sleman Sudah Makamkan 500-an Jenazah dengan Protokol Covid-19

"Khusus yang meninggal saat isoman ada sekitar 200," kata Lilik.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 20 Juli 2021 | 17:25 WIB
Juli Belum Usai, TRC BPBD Sleman Sudah Makamkan 500-an Jenazah dengan Protokol Covid-19
[ILUSTRASI] hisSuasana pilu menyelimuti prosesi pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (19/7/2021). (Suara.com/Yaumal Asri)

Dijelaskan Lilik, pihaknya saat ini akan membantu atau turun langsunh untuk melakukan pemakaman jika memang di kalurahan tersebut belum tersedia tim pemakaman jenazah. Namun jika sudah tim di kalurahan tersebut maka timnya hanya akan membantu untuk mengambil jenazah yang bersangkutan dari rumah sakit.

"Jadi kita memakamkan itu kalau memang kelurahan belum siap atau belum ada timnya dari satgas belum membentuk. Itu baru kita turun memakamkan. Tetapi dengan itu kita juga segera edukasi untuk segera membentuk tim. Jadi kita cuma mengambilkan jenazah," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan Menteri Kesehatan (menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa varian Delta COVID-19 sudah masuk ke DIY. Hal ini menyusul data dari laman Gisaid.org yang mencatat ada 20 varian delta yang ditemukan di DIY.

"Yang kemarin memang betul itu data varian delta di Indonesia sudah cukup banyak," ungkap Gunadi usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Sabtu (17/07/2021) sore.

Baca Juga:Tanah Gersang Basah dengan Tangisan, Cerita Pilu Keluarga Korban Covid-19 di TPU Rorotan

Menurut Gunadi, varian delta saat ini memang sudah ditemukan di lebih dari 14 provinsi, termasuk di DIY. Karenanya Kemenkes terus menggencarkan program vaksinasi di Indonesia.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, vaksinasi tidak hanya dilakukan pada 85 persen warga di DIY. Namun seluruh warga DIY yang berhak untuk mendapatkan vaksinasi harus untuk bisa mencapai 100 persen secepat mungkin.

"Vaksinasi kita akan gaspol. Jadi jogja akan kita kejar secepat mungkin," tandasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak