72 Warga Pedukuhan Bronggang Suruh Terpapar Covid-19, Akses Keluar-Masuk Dibatasi

"Dilakukan swab massal, ternyata ada 72 yang kemudian positif hasil tes," kata Suyanto.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 05 Agustus 2021 | 20:50 WIB
72 Warga Pedukuhan Bronggang Suruh Terpapar Covid-19, Akses Keluar-Masuk Dibatasi
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

Dari puluhan orang tersebut, lanjut Suyanto, sementara ini kondisi warga rata-rata hanya mengalami gejala ringan saja. Sehingga masih melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Sementara rata-rata ringan OTG seperti itu," imbuhnya.

Kendati begitu, jajaran muspika telah melakukan rapat tadi sore untuk mengusahakan warga yang terpapar Covid-19 tersebut bisa dipindahkan ke tempat isolasi terpusat. Keputusan itu guna mengantisipasi penularan semakin meluas.

"Kita muspika sudah rapat nanti kita perintahkan sedapat mungkin ke isoter. Supaya nanti untuk mencegah penularan dan memutus rantai penularan," terangnya.

Baca Juga:Dapat Aduan dari Masyarakat Soal Pemulasaraan Jenazah, PWNU DIY Siap Terjunkan 39 Relawan

Saat ini warga yang terpapar Covid-19 masih menjalani isoman terlebuh dulu sambil melakukan koordinasi lanjutan untuk dipindahkan ke tempat isolasi terpusat.

Ditambahkan Suyanto, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman. Pasalnya terdapat sejumlah warga yang terkena Covid-19 itu memiliki hewan ternak.

"Sudah kami data tadi yang positif itu ada beberapa warga dan punya ternak. Ada kurang lebih 1 sapi dan 50an kambing. Tadi kami juga sudah koordinasi dengan dinas pertanian supaya nanti sekiranya (warga yang) ke isoter kan harus ada yang ngurusin ternaknya," sambungnya.

Akibat sebaran kasus Covid-19 ini, kata Suyanto, akses keluar masuk ke Padukuhan Bronggang Suruh dibatasi hanya satu pintu saja. Serta dijaga oleh Satgas Covid-19 setempat dan pihak berwenang lainnya.

"Sementara bukan lockdown tapi dibikin satu pintu one gate dijaga oleh satgas dan dari babin dari kepolisian dan koramil. Supaya mobilitas terkontrol dibikin satu pintu," tandasnya.

Baca Juga:15 Orang Penghuni Panti Asuhan di Medan Terpapar Covid-19

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak