"Ya pas dibawa kami percaya saja," terang dia.
Namun setelah ditunggu lama ternyata janji dari koperasi tersebut sama sekali tidak terealisasi. Pihaknya sendiri berusaha melakukan mediasi antara petani dengan pihak koperasi dan disaksikan oleh Dinas Pertanian.
Saat mediasi tersebut, pihak koperasi kembali berjanji untuk melunasinya. Namun janji tinggalah janji, pelunasan bawang glowing milik petani ternyata tidak juga terealisasi. Padahal uang tersebut sangat penting bagi para petani.
"Saya sendiri total 2,5 ton. Dan nilainya Rp 40 juta belum dibayar," tambahnya.
Baca Juga:Super Mudah! Simak Resep Bawang Merah Goreng Renyah dan Gurih
Menurutnya, uang tersebut sangat penting bagi para petani untuk modal menanam kembali bawang glowing tersebut. Di samping memang kondisi PPKM saat ini tentu uang tersebut sangat berguna baik untuk kebutuhan sehari-hari, membayar angsuran, dan juga membayar sekolah.
Saat ini, ia mengaku jika para petani memang masih menanam bawang merah glowing. Namun mereka melakukan penanaman bawang merah dengan modal dari mengajukan pinjaman ke Bank.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantul, Yus Warseno belum bersedia memberikan keterangan. Pihaknya meminta agar media ini datang ke kantornya esok hari.
Kontributor : Julianto
Baca Juga:Mirip Abis! Intip 3 Potret Pedagang Bawang di Pasar yang Disebut Kembaran Sule