"Dua tahun kami puasa. Kasihan kami,"terangnya.
Ia memahami larangan demi larangan yang dikeluarkan pemerintah memang untuk kebaikan masyarakat sendiri. Namun demikian ia meminta ada solusi bagi para pelaku seni. Karena mereka tidak bisa hidup tanpa mendapatkan pemasukan sama sekali.
Ia mengaku selama 2 tahun pandemi covid19, baru mendapatkan bantuan dari pemerintah 1 kali, bantuan tersebut adalah bantuan uang tunai Rp 600 ribu. Dan setelah itu, tak ada bantuan lagi termasuk ke anak buahnya yang lain.
"Kru saya itu ada 25 baik sinden (penyanyi) ataupun yang menggamel (penabuh gamelan)," urainya.
Baca Juga:Berkat Wakaf Mata Air, Wilayah di Gunungkidul Ini Lepas dari Kekeringan Parah Menahun
Selama 2 tahun ini, warga Padukuhan Timunsari Kalurahan Hargosari Kapanewon Tanjungsari ini telah menjual 4 dari 6 sapi metal miliknya. Pertama ia menjual dua sapi jantan bakalan umur 7 bulan dengan harga Rp 14 juta. Lan yang kedua adalah menjual sapi betina bersama dengan anaknya masing-masing Rp 10 juta dan Rp 7,5 juta.
"Itu untuk hidup. Kalau tidak dari mana saya hidup. Terus kasihan teman-teman yang tidak memiliki tabungan,"ujar dia.
Kontributor : Julianto