Perempuan tersebut mulai mendapat paksaan dari para pelaku untuk segera mentransfer dengan uang yang lain, meski tidak ada sama sekali uang sebesar itu di rekening ATM-nya.
Pihaknya juga meminta agar pelaku bersabar, lalu meminta alamat yayasan Al Ikhlas. Sayang pelaku tidak memberikan secara lengkap.
“Ketika saya minta alamat lengkap, di situ komunikasi mulai agak lama, yang tadinya gencar minta transfer, saya telpon diangkat sempat ngobrol, tangis saya gak tertahan dengan kalimat geram. Saya disini banting tulang untuk mencukupi anak2 yatim dan dhuafa disitu telpon ditahan dan ditutup,” tulisnya.
![Tangkapan layar saat korban dipaksa pelaku untuk segera mentranfer dengan dana talangan [@elL_yaSiieN]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/23/47100-modus-penipuan-ke-yayasan-dan-ponpes-3.jpg)
Beruntung dirinya yang sudah menaruh curiga tidak mentransfer uang senilai Rp6 juta. Di akhir utas, perempuan tersebut juga membagikan beberapa identitas pelaku beserta nomor handphonenya. Hal itu menurut dia agar menjadi perhatian dan kewaspadaan pengurus yayasan yatim piatu atau ponpes.
Baca Juga:Kasus Penipuan Arisan Online di Solo, Polisi Kembali Periksa Dua Saksi
Kejadian tersebut mendapat banyak respon dari netizen. Tak sedikit yang meminta untuk selalu berhati-hati hingga menyumpahi pelaku yang tega menipu yayasan yatim.
Namun ada juga yang sudah menjadi korban dengan modus yang sama
“Saya pernah mbak, waktu itu hari Ahad, rekening yayasan kami nggak ada atm, jadi harus ke bank di hari Senin buat ngecek. Modusnya persis, kasih bukti transfer sebagian buat yayasan al ihlas, karena husnudzon dan sdh dikasih bukti transfer, saya transfer ke yayasan al ihlas, Seninnya saya cek gak ada dana masuk,” tulis @RMHar*****