- Satpol PP DIY siagakan delapan posko strategis jelang Idulfitri guna menekan risiko kecelakaan laut yang masih mengancam.
- Data 2025 menunjukkan 62 kasus kecelakaan laut dengan 107 korban; penyebab utama adalah berenang di zona berbahaya.
- DPRD DIY mendorong edukasi wisatawan masif dan sinergi penanganan darurat, termasuk kesiapan layanan kesehatan di lokasi wisata.
SuaraJogja.id - Kasus kecelakaan laut di pesisir selatan DIY masih menjadi ancaman serius menjelang libur panjang Idulfitri 1447 H. Karenanya Satpol PP DIY meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan delapan posko strategis di kawasan pantai guna menekan risiko korban.
Kepala Satpol PP DIY, Bagas Seno Aji di Yogyakarta, Rabu (18/3/2026) menyampaikan langkah ini merupakan respons atas masih tingginya angka kecelakaan laut yang kerap terjadi setiap tahun, terutama saat musim libur.
"Kami melihat potensi kecelakaan laut masih tinggi, sehingga penguatan pengawasan dan kesiapsiagaan menjadi prioritas. Delapan posko telah disiapkan di titik-titik strategis, termasuk kawasan wisata pantai dan perairan," paparnya.
Personel Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) disiagakan penuh selama periode libur Lebaran, termasuk di sejumlah titik rawan seperti Waduk Sermo serta kawasan pantai selatan seperti Pantai Siung dan Pantai Wediombo. Koordinasi dengan TNI dan Polri juga diperkuat untuk memastikan respons cepat dalam situasi darurat.
Baca Juga:Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
Sebab dari data sepanjang 2025 menunjukkan kondisi yang masih memprihatinkan. Sedikitnya 62 kasus kecelakaan laut terjadi dengan total 107 korban. Dari jumlah tersebut, 10 orang meninggal dunia dan 3 lainnya hilang.
Sementara puluhan korban berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan. Mayoritas kejadian dipicu aktivitas berenang di zona berbahaya serta gelombang tinggi yang menyeret korban ke laut.
"Edukasi kepada wisatawan menjadi faktor krusial. Banyak insiden terjadi karena pengunjung mengabaikan peringatan petugas, terutama terkait bahaya rip current (arus balik-red) yang kerap muncul di pantai selatan," ungkapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menyatakan pentingnya penguatan langkah preventif, tidak hanya di jalur mudik darat tetapi juga di kawasan wisata perairan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama selama libur Lebaran. Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi mewujudkan prinsip zero tolerance for accident.
"Keselamatan adalah yang utama. Kami mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk disiplin dan waspada. Jangan sampai liburan berubah menjadi musibah," tandasnya.
Baca Juga:Antrean KA Bandara di Stasiun Jogja Membludak, Angkut 637 Ribu Pemudik
Komisi A, lanjutnya melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah posko mudik. Hal itu untuk memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan publik selama arus mudik dan libur Lebaran.
Komisi A juga mendorong adanya edukasi masif kepada wisatawan, termasuk imbauan untuk tidak berenang di zona terlarang dan selalu mengikuti arahan petugas. Sebab dengan meningkatnya mobilitas wisatawan selama libur Lebaran, sinergi antara kesiapsiagaan posko, penguatan pengawasan, serta kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan laut di DIY.
"Tujuannya satu, agar masyarakat bisa menikmati liburan dengan aman dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat," ungkapya.
Anggota Komisi A, Arif Kurniawan, menambahkan, Perlu ada tambahan layanan kesehatan di titik-titik wisata, termasuk kesiapan tenaga medis untuk penanganan darurat.
"Kami berharap akses layanan kesehatan benar-benar siap, sehingga ketika terjadi insiden bisa ditangani dengan cepat dan tepat," ujarnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi