Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran

Juru parkir Ngabean, Yogyakarta, komitmen tolak "nuthuk" tarif parkir saat Lebaran 2026 demi perbaiki citra pariwisata. Pelanggar akan disingkirkan.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 16 Maret 2026 | 20:30 WIB
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
Ilustrasi juru parkir di Yogyakarta saat lebaran. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Pengelola TKP Ngabean dan juru parkir mendeklarasikan penolakan tarif parkir di luar ketentuan selama libur Lebaran 2026.
  • Komitmen ini bertujuan memperbaiki citra pariwisata Yogyakarta dengan tegas menindak juru parkir melanggar aturan.
  • Pihak terkait mendorong transparansi tarif dan pengawasan ketat untuk mencegah praktik parkir liar selama liburan.

SuaraJogja.id - Pengelola parkir Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean bersama paguyuban juru parkir mendeklarasikan komitmen untuk menolak praktik “nuthuk” atau menarik tarif parkir di luar ketentuan selama masa libur Lebaran 2026. Deklarasi menjadi upaya memperbaiki citra pelayanan parkir di kawasan wisata Yogyakarta dengan belajar dari berbagai pengalaman sebelumnya.

"Para juru parkir sepakat untuk menjaga ketertiban, bersikap ramah kepada wisatawan, serta menghindari perilaku yang berpotensi merusak citra pariwisata Kota Jogja," papar perwakilan juru parkir TKP Ngabean, Anton Wahyudi di Yogyakarta disela deklarasi di Yogyakarta, Senin (16/3/2026). 

Menurut pria yang akrab disapa Pongge itu, komitmen tersebut lahir dari kesadaran bersama bila pelayanan parkir yang buruk dapat berdampak luas terhadap kepercayaan wisatawan. Berbagai kejadian pada masa lalu saat muncul kasus-kasus nuthuk parkir di Kota Yogyakarta menjadi pelajaran penting agar praktik tidak terpuji tidak kembali terulang.

Pongge menegaskan, paguyuban tidak akan mentolerir tindakan juru parkir yang melakukan pelanggaran. Terutama praktik nuthuk atau sikap tidak ramah kepada pengunjung.

Baca Juga:Pemudik Mulai Masuk Yogyakarta, Pengguna Commuter Line Tembus 22 Ribu Orang per Hari

"Tukang parkir yang nakal langsung kami singkirkan dari ketugasan. Jika ketahuan, rompi langsung diambil dan langsung saya keluarkan," tandasnya.

Selain praktik penarikan tarif di luar aturan, paguyuban juga menegaskan larangan keras terhadap perilaku yang mencerminkan tindakan premanisme. Sebut saja bersikap kasar kepada wisatawan maupun mengonsumsi minuman keras saat bertugas di kawasan parkir.

Pongge menyebut, momentum libur Lebaran tahun ini menjadi perhatian khusus bagi para jukir di TKP Ngabean. Apalagi lokasi parkir yang berada di wilayah Kemantren Ngampilan itu akan menjadi salah satu titik utama parkir bus pariwisata setelah adanya pengalihan dari kawasan lain.

Hal tersebut membuat arus kendaraan wisata diperkirakan meningkat signifikan. Karenanya para jukir perlu mempersiapkan diri secara lebih serius, baik dari sisi pelayanan maupun kedisiplinan.

"Antisipasi kami dengan menghimbau rekan-rekan agar lebih menjaga diri, bersikap baik kepada pengunjung, dan menjadikan semuanya sahabat," paparnya.

Baca Juga:BRI Perkuat Layanan Lebaran Lewat BRImo, ATM, dan Jaringan Agen BRILink

Pongge menambahkan sekitar 20 hingga 21 juru parkir akan disiagakan selama masa libur panjang Lebaran untuk mengatur kendaraan yang masuk ke area parkir. 

"Para jukir juga diingatkan untuk menjaga sikap agar keberadaan mereka justru menjadi bagian dari pengalaman positif wisatawan yang datang ke Yogyakarta," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho menegaskan jukir merupakan salah satu garda depan pelayanan pariwisata di kota tersebut. Karenanya sikap dan perilaku petugas parkir menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga kenyamanan pengunjung.

"Para jukir diharapkan menerapkan budaya 3S, yakni senyum, sapa, dan salam saat melayani masyarakat maupun wisatawan yang datang," jelasnya.

Arif menjelaskan, pemerintah kota secara rutin melakukan pengawasan dan pembinaan kepada para juru parkir, baik yang bertugas di tepi jalan umum maupun di tempat khusus parkir. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan parkir tetap berjalan tertib serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jasa.

"Kadang bukan soal uangnya, tetapi perilakunya yang membuat orang tidak nyaman," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak