Fosil ini diperkirakan berasal dari keluarga Pithecanthropus. Karena ditemukan di Mojokerto, dinamakanlah Pithecanthropus Mojokertensis.
Fosil ini ditemukan pada tahun 1936. Ciri-cirinya terdiri dari penyempitan tulang kening, penyempitan daerah orbit mata dan bagian belakang tengkorak sangat runcing.
Ciri-ciri Pithecanthropus Mojokertensis masuk pada kategori manusia purba Homo Erectus yang diperkirakan hidup pada 1,9 juta hingga 400 ribu tahun lalu.
Baca Juga:Fosil Monster Laut Sepanjang 5 Meter Ditemukan
Jenis manusia purba ini ditemukan di Desa Trinil, Kabupaten Ngawi, oleh Eugene Dubois tahun 1890-1891. Eugene Dubois sendiri merupakan tentara Belanda berkebangsaan Perancis yang melakukan penggalian di Pleistosen Tengah.
Hasil penggalian itu, ditemukan rahang bawah, tempurung kepala, tulang paha serta gigi geraham atas dan bawah. Tengkorak Pithecanthropus Erectus sangat pendek, tetapi memanjang ke belakang. Volume otaknya sekitar 900 cc.
Di Asia, fosil manusia purba ini ditemukan di Goa Chou-Kou Tien yang dikenal dengan sebutan Pithecanthropus Pekinensis.
Jenis manusia purba ini ditemukan Koenigswald, Ter Haar dan Oppenoorth di Desa Ngandong dan Sangiran, tepi Bengawan Solo pada tahun 1931-1933. Fosil yang ditemukan berupa tengkorak dan tulang kering.
Baca Juga:8 Jenis Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia dan Ciri-cirinya
Pithecanthropus Soloensis memiliki ciri-ciri tengkorak lonjong, tebal dan padat. Rongga mata juga panjang.