alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jokowi Minta Bangsa Indonesia Harus Punya Watak Selalu Terdepan Bukan Mental Pengikut

Galih Priatmojo Senin, 06 Desember 2021 | 12:29 WIB

Jokowi Minta Bangsa Indonesia Harus Punya Watak Selalu Terdepan Bukan Mental Pengikut
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan didapuknya Indonesia menjadi Presidensi G20 merupakan sebuah kepercayaan dan kehormatan. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia harus bisa mendahului negara lain dalam dunia saat ini yang semakin kompetitif.

SuaraJogja.id - Presiden Jokowi mengatakan Indonesia harus memiliki watak trendsetter atau selalu terdepan dan berpengaruh dan bukan menjadi follower yang hanya menjadi pengikut. Hal tersebut diungkapkan saat membuka Kongres DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia di Istana Negara.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengajak segenap bangsa Indonesia untuk melakukan lompatan kemajuan agar bisa melebihi pencapaian negara lain.

"Kita harus melompat. Kalau tidak melompat, ya jangan berharap kita bisa mendahului negara-negara lain yang sudah lebih maju lebih dari kita. Kita harus melakukan lompatan kemajuan, Kita harus berwatak trendsetter, bukan watak follower," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (6/12/2021).

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia harus bisa mendahului negara lain dalam dunia saat ini yang semakin kompetitif. Karena itu, tidak mungkin Indonesia mendahului negara lain bila menggunakan jalur dan cara yang sama, melainkan harus menemukan jalur dan cara-cara baru.

Baca Juga: Sebut Baju Nikahnya Lebih Heboh dari Rizky Billar, Lutfi Agizal: Akan Jadi Trendsetter!

“Kita tidak boleh melalui anak tangga yang dulu dilalui negara maju. Kalau itu kita lakukan, kita tidak mungkin bisa mendahuluinya. Ini pasti,” ujar dia.

Upaya menjadi lebih unggul dibanding negara lain juga merupakan bagian dari memperjuangkan kedaulatan. Maka itu, dalam zaman penuh disrupsi saat ini, kedaulatan harus diperjuangkan dengan inovasi, dan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tantangan saat ini yang harus dilalui dengan inovasi adalah revolusi industri jilid keempat dan pandemi COVID-19.

“Revolusi industri jilid keempat telah mendisrupsi seluruh sendi sendi kehidupan masyarakat. Pandemi COVID-19 telah memaksa dunia untuk berhenti sebentar dan harus mengembangkan cara dan normalitas baru,” kata Presiden.

Namun, kata Presiden, tantangan-tantangan tersebut harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memotivasi segenap bangsa agar menemukan inovasi supaya tetap maju dan bergerak.

Baca Juga: Bapak Ini Pede ke Mal Pakai Baju Gambar Sertifikat Vaksin, Warganet: Jadi Trendsetter!

"Tatkala dunia lockdown dimana-mana, kita dengan teliti mengendalikan pandemi dan ekonomi harus digerakkan secara hati hati," kata Presiden Jokowi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait