alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penting untuk Dijaga, Ini Fungsi Uterus Pada Wanita

Pebriansyah Ariefana Senin, 06 Desember 2021 | 19:06 WIB

Penting untuk Dijaga, Ini Fungsi Uterus Pada Wanita
Uterus dan vagina (Pixabay/LJNovascotia)

Fungsi Uterus ini berfungsi untuk member makan dan menampung sel telur yang telah dibuahi hingga menjadi janin atau hingga siap untuk dilahirkan.

SuaraJogja.id - Sebenarnya seperti apa Fungsi Uterus? Uterus merupakan organ otot berbentuk buah pir terbalik dari sistem reproduksi wanita yang terletak di antara kandung kemih dan rectum. Ini biasa disebut Rahim.

Fungsi Uterus ini berfungsi untuk member makan dan menampung sel telur yang telah dibuahi hingga menjadi janin atau hingga siap untuk dilahirkan.

Uterus melakukan banyak funngsi penting dalam siklus reproduksi, kesuburan dan melahirkan. Ketika hamil, uterus berfungsi untuk memelihara sel telur yang telah dibuahi dan berkembang menjadi janian, kemudian menahannya sampai bayi cukup dewasa untuk dilahirkan.

Dalam setiap bulannya, perempuan dari kelompok usia produktif akan mengeluarkan hormone yang menyebabkan ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium dan menstruasi.

Baca Juga: Memahami Fungsi Kelenjar Prostat dan Cara Menjaga Prostat Tetap Sehat

Lapisan uterus disebut endometrium terbuat dari beberapa lapisan yang meliputi epitel permukaan, pembuluh darah dan jaringan lain.

Nah, untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut tentang fungsi Uterus, yang telah dirangkum dari beberapa sumber.

1. Sebagai Saluran Gamet

Pada saat pembuahan atau ejakulasi, spermatozoa berjalan ke atas melalui servik melalui uterus menuju tuba falopi atau oviduk. Umumnya pembuahan serta kehamilan terjadi segmen distal tuba falopi pada dekat ovarium. Sehingga fungsi lain dari uterus merupakan tempat saluran gamet (spermatozoa).

2. Menahan Ovum Yang Dibuahi

Baca Juga: Cegah Dampak ke Pendidikan-Kesehatan, PKBI Siap Bantu Kulon Progo Tekan Perkawinan Remaja

Jika tak terjadi pembuahan, maka sel telur (ovum) akan keluar. Tetapi, jika sel telur telah dibuahi oleh sperma, maka ovum atau sel telur yang telah dibuahi, perlu ditahan agar tumbuh dan berkembang menjadi janin. Dengan bantuan saluran tuba uterine ovum yang telah dibuahi diantarkan menuju uterus.

3. Tempat Implantansi

Implantasnsi adalah keadaan ovum yang telah dibuahi, kemudian jaringan yang berada di sekitar sel telur mengalami kerusakan pembuluh darah, sehingga darah akan keluar dan terdapat bercak darah. Dan untuk ketahui, ini bukanlah haid, melainkan tanda awal kehamilan.

4. Tempat Berlindung dan Memberi Nutrisi Janin

Lamanya janin didalam uterus atau rahim, akan berlangsung selama janin mencapau masa maturisasi, yaitu keadaan ketika janin telah mengalami pematangan dan pertumbuhan. Karena itulah, uterus akan terus menjadi tempat berlindung dan memberikan nutrisi untuk janin.

5. Mendorong Janin dan Plasenta Keluar

Janin dan plasenta akan keluar pada saat terjadinya proses persalinan. Uterus akan mendorong janin dan plasenta, sehingga mudah untuk keluar. Pada beberapa perempuan yang melahirkan ada yang mengalami kesulitan untuk mengeluarkan plasenta dan ada yang mudah.

6. Kendalikan Pendarahan

Jika uterus mengalami pendarahan, maka otot-otot uterus akan berkontraksi untuk mengendalikan pendarahan. Pendarahan yang terjadi pada uterus, terjadi saat menstruasi dan awal kehamilan. Hormone yang mempengaruhi kontraksi pada uterus yaitu homon ADH (Anti-Diuretik-Hormon).

Pendarahan yang terjadi disaat menstruasi dan impalntasi yaitu pada banyaknya darah yang keluar dan waktu keluarnya darah. Darah yang keluar karena implantasi lebih sedikit disbanding dengan menstruasi.

Setelah memahami fungsi uterus, selanjutnya adalah cara menjaga kesehatannya, karena uterus merupakan organ penting, yang berperan dalam proses reproduksi. Untuk menghindari permasalahan pada uterus, berikut cara menjaga kesehatan uterus.

Konsums Kacang dan Biji-Bijian

Kacang-kacangan seperti almond, kacang mete dan kenari, dan biji-bijian seperti biji rami kaya akan asam lemak omega-3 dan kolesterol baik. Nutrisi ini mengurangi resiko rahim dan mengurangi resiko kanker rahim.

Konsumsi Sayuran Hijau

Sayuran hijau seperti bayam, selada, dan kangkung adalah jenis sayuran yang sehat untuk dikonsumsi dan baik untuk uterus. Pasalnya, sayuran hijau dapat menjaga kesimbangan bawa dan memberikan nutrisi penting seperti mineral, dan asam folat yang memastikan fungsi uterus bekerja optimal.

Konsumsi Buah Segar

Buah yang kaya vitamin C dan flavonoid baik untuk pengobatan fibrodin dan bahkan mencegah pertumbuhan fibroid rahim. Flavonoid membantu menjaga kesehatan sistem reproduksi dan mencegah kanker ovarium.

Jeruk Lemon

Dengan meminum segelas air perasan jeruk lemon hangat, juga sangat bermanfaat bagi rahim. Hal itu, karena lemon kaya akan vitamin C, yang membantu meningkatkan dan menjaga kekebalan rahim serta mencegah infeksi rahim.

Demikianlah penjelasan tentang fungsi uterus dan juga cara menjaga kesehatannya.

Kontributor : Raditya Hermansyah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait