Bahkan persoalan ini kekecewaan yang dirasakan oleh sang anak memuncak hingga tidak lagi mau atau menolak untuk kembali tampil dalam berbagai kejuaraan. Latihan pun, kata Sarjana sudah tidak ada semangat lagi.
"Latihan setelah itu enggak pernah, dulu rajin setiap ada jam waktu latihan tetap rutin terus cuma setelah itu dia tidak mau ikut latihan," ucapnya.
"Harusnya ikut di Palembang dan Papua karena sudah dikabari oleh pelatihnya untuk ikut, tapi Shela tetap enggak mau. Ya karena itu sepersen pun (bonus) dari tingkat nasional masa enggak ada sama sekali. Nah itu kekecewaan anak saya seperti itu," sambungnya.
Ditambahkan Sarjana, bukan jumlah nominal yang dituntut olehnya dalam persoalan ini. Melainkan penepatan janji dan apresiasi yang layak untuk diberikan kepada anaknya agar semangatnya bisa kembali muncul.
Baca Juga:Cerita Pria Lulusan SD di Bantul Pembuat Robot Raksasa, China dan Eropa Kepincut Karyanya
"Saya enggak bisa bicara apa-apa karena masalah nominal itu bukan suatu nilai yang berharga bagi saya. Tapi yang sangat berharga adalah mental anak saya supaya cuma bisa pulih," tegasnya.
Sementara itu, Ketua ORI DIY Budi Masturi menyampaikan bahwa jawatannya masih akan terlebih dulu mencari data mengenai persoalan ini. Termasuk juga dengan rencana untuk melakukan klarifikasi ke pihak pelatih maupun instansi-instansi terkait lainnya.
"Kita harus klarifikasi ke pelatih apakah dianggarkan atau bagaimana Kita akan dengarkan keterangan pelatihnya. Kalau dianggarkan kok belum direalisasikan," ujar Budi.