Kali Pertama sejak Gelombang Omicron, di Shanghai 3 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

Menurut dia, ketiga lansia tersebut belum pernah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19.

Eleonora PEW
Selasa, 19 April 2022 | 10:33 WIB
Kali Pertama sejak Gelombang Omicron, di Shanghai 3 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia
Ilustrasi covid-19 omicron, kriteria pasien omicron sembuh dan selesai isoman (pixabay)

SuaraJogja.id - Otoritas Kota Shanghai, China, untuk kali pertama sejak dilanda gelombang terbaru Covid-19, melaporkan tiga kasus kematian dan 16 lainnya dalam kondisi kritis pada Senin (18/4/2022).

Ketiga pasien positif COVID-19 yang meninggal tersebut semuanya adalah lansia, masing-masing berusia 89, 91, dan 91 tahun, demikian keterangan Wu Qianyu, pejabat otoritas kesehatan Kota Shanghai, kepada pers.

Menurut dia, ketiga lansia tersebut belum pernah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 dan memiliki penyakit bawaan, termasuk sindrom koroner akut, diabetes, hipertensi, dan gejala stroke.

Setelah ditangani di rumah sakit rujukan, kondisi ketiga pasien tersebut memburuk dan kematiannya dikarenakan penyakit bawaan, jelas Wu.

Baca Juga:Susul Shanghai, Kota Xian di China Juga Bakal Lockdown karena COVID-19

Sejak 26 Januari hingga 18 April 2022, di kota terkaya di daratan China itu terdapat 24.529 kasus domestik.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.675 telah meninggalkan rumah sakit dan 19.851 masih menjalani perawatan di rumah sakit, 16 lainnya kondisinya kritis.

Dari 16 pasien COVID-19 yang kondisinya kritis itu hanya satu yang mendapatkan vaksin dan dia berusia 33 tahun, sedangkan sisanya berusia di atas 70 tahun.

Pasien kritis berumur 33 tahun itu memiliki penyakit autoimun parah yang juga ditangani sistem pengobatan tradisional China dan berbagai jenis terapi lainnya, kata otoritas kesehatan Shanghai.

Hingga Jumat (15/4), hampir 3,6 juta warga Shanghai berusia 60 tahun ke atas telah mendapatkan vaksin dosis lengkap dan 2,18 juta di antaranya telah mendapatkan dosis penguat.

Baca Juga:Shanghai Laporkan Kasus Kematian Pertama Sejak Diterpa Lonjakan Gelombang Varian Omicron

Hasil penelitian menunjukkan bahwa COVID-19 varian Omicron sangat berisiko terhadap kelompok lansia, khususnya mereka yang belum pernah mendapatkan vaksin dan memiliki penyakit kronis, ujar Direktur Komisi Kesehatan Kota Shanghai Wu Jinglei, seperti dikutip media setempat.

Sejak Jumat pula, semua warga yang berada di wilayah terkunci (lockdown) dan terkontrol diskrining melalui tes antigen dan tes PCR.

Sementara untuk yang tinggal wilayah waspada, mereka diskrining hanya dengan tes antigen.

Otoritas Shanghai telah mengklasifikasi beberapa area menjadi "lockdown", terkontrol, dan waspada, tergantung hasil skrining dan tingkat risikonya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak