facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menhan Australia: Kehadiran Kapal mata-mata China di Lepas Pantai barat Wilayahnya Merupakan Bentuk Serangan

Galih Priatmojo Jum'at, 13 Mei 2022 | 15:56 WIB

Menhan Australia: Kehadiran Kapal mata-mata China di Lepas Pantai barat Wilayahnya Merupakan Bentuk Serangan
ilustrasi China menggelar latihan militer selama enam hari di Laut China Selatan beberapa waktu lalu. (DTN News)

Kapal angkatan laut China telah dilacak di lepas pantai utara dan timur Australia beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir.

SuaraJogja.id - Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton mengatakan kehadiran kapal mata-mata China yang terlacak di lepas pantai barat Australia sebagai "bentuk serangan" oleh Beijing.

Australia telah melacak kapal mata-mata itu selama seminggu terakhir ketika berlayar melewati stasiun komunikasi angkatan laut Harold E Holt di Exmouth, yang digunakan oleh kapal selam Australia, Amerika Serikat, dan sekutu.

"Saya pikir itu adalah bentuk serangan. Saya pikir terutama karena itu telah terjadi begitu jauh ke selatan," kata Dutton pada konferensi pers seperti dikutip dari Antara.

"Kapal itu dekat dengan instalasi militer dan intelijen di pantai barat Australia," kata dia, menambahkan.

Baca Juga: Presiden China Xi Jinping Idap Aneurisma Otak, Mungkinkah Bisa Mengancam Jiwa?

Australia menuju pemilu nasional pada 21 Mei dan tuduhan ancaman keamanan nasional yang ditimbulkan oleh China telah menjadi tema utama kampanye. Dutton mempertanyakan "waktu yang janggal" dari kehadiran kapal China mengingat kampanye pemilu.

Kapal angkatan laut China telah dilacak di lepas pantai utara dan timur Australia beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Februari, Beijing dan Canberra saling menyalahkan atas insiden di mana sebuah pesawat patroli maritim Australia mendeteksi laser yang diarahkan padanya dari kapal Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN).

Australia merilis foto-foto dua kapal China yang terlibat dalam insiden itu yang berlayar di dekat pantai utaranya.

Departemen Pertahanan Australia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal Intelijen Bantu Kelas Dongdiao bernama Haiwangxing melakukan perjalanan ke pantai barat, menyeberang ke Zona Pengecualian Ekonomi Australia pada 6 Mei, dan datang dalam jarak 50 mil laut dari stasiun komunikasi pada 11 Mei.

Baca Juga: Thomas Cup 2022: Kalahkan China 3-0, Indonesia Melaju ke Semifinal!

Dutton mengatakan Australia telah melakukan latihan perang agar publik waspada akan keberadaan kapal angkatan laut China.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait