facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Semarang Dilanda Banjir, Netizen Ramai-ramai Sentil Ganjar

Muhammad Ilham Baktora Selasa, 24 Mei 2022 | 08:51 WIB

Semarang Dilanda Banjir, Netizen Ramai-ramai Sentil Ganjar
Tangkapan layar seorang netizen yang menampilkan kondisi rumahnya yang tenggelam banjir di Semarang, (Twitter / @schumyddd)

"Aku panggilin pak gub ya biar kirim bantuan," tulis salah satu netizen.

SuaraJogja.id - Peristiwa banjir rob yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah pada Senin (23/5/2022), menjadi sorotan publik hingga saat ini.

Banjir yang terjadi di pesisir Kota Semarang itu diperparah juga dengan jebolnya tanggul di sekitar Pelabuhhan Tanjung Emas, Semarang. Hasilnya, luapan air banjir meluas.

Peristiwa itu mendapat ragam komentar dari publik termasuk netizen di media sosial. Beberapa diantaranya menyentil Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Tak sedikit yang menyoroti aktivitas Ganjar yang beberapa waktu belakangan berkunjung ke beberapa tempat untuk keperluan tertentu. Seperti akun Twitter @schu*** membagikan foto kondisi rumahnya yang tergenang banjir hingga ke lantai dua.

Baca Juga: Banjir Rob Melanda Pantura, Ganjar: Saya Minta Siapkan Posko Darurat Lengkap, Segera Evakuasi

"Rumah budeku di perbatasan Semarang, Demak, banjir hampir 2 lantai, pak 2ganjarpranowo njenengan sudah tau bukan?," tulisnya dalam caption dikutip Selasa (24/5/2022).

"Aku panggilin pak gub ya biar kirim bantuan," tulis @mas_r**** sambil menyematkan akun Ganjar Pranowo.

"Semarang terendam Banjir. Rakyat ga punya beras disuruh makan Tiwul. Gimana pak Ganjar ini. Ngurus daerah aja gagal, malah mau capres-capres ngurus negara," sebut @IrutP***.

Banjir rob yang melanda pesisir semarang itu dilaporkan berdampak ke ribuan warga yang tinggal di sana. Tak hanya itu saat peristiwa terjadi Senin lalu, salah satu pabrik cukup terdampak.

Karyawan berusaha menyelamatkan diri, namun ada beberapa yang harus kembali ke pabrik untuk menyelamatkan motor miliknya.

Baca Juga: Banjir Rob Merendam 800 Rumah di Tuban, BMKG Perkirakan Berlangsung hingga 25 Mei

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait