facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sebaran Cacar Monyet di Afrika, WHO Tegaskan Virus tersebut Tak Bermutasi

Muhammad Ilham Baktora Selasa, 24 Mei 2022 | 10:58 WIB

Sebaran Cacar Monyet di Afrika, WHO Tegaskan Virus tersebut Tak Bermutasi
Ilustrasi Cacar - Sudah Masuk Singapura, Waspadai Penyebaran Cacar Monyet di Indonesia (Pexels)

Dari penelusuran sementara, orang yang telah didiagnosis dalam wabah cacar monyet saat ini adalah pria yang berhubungan seks dengan pria.

SuaraJogja.id - World Health Organization (WHO) atau Organiasai Kesehatan Dunia menegaskan tidak ada mutasi yang dialami virus cacar monyet yang sedang mewabah di Afrika itu. Penyakit menular tersebut, cenderung tak mengalami perubahan.

Kepala sekretariat cacar yang merupakan bagian dari Program Darurat WHO, Rosamund Lewis mengatakan dalam pengarahannya pada Senin (23/5/2022), mutasi cenderung lebih rendah dengan virus itu, meskipun urutan genom kasus akan membantu menginformasikan pemahaman tentang wabah saat ini.

Pakar kesehatan memperhatikan mutasi yang bisa membuat virus lebih mudah menular atau parah.

Menurut pemimpin bagian penyakit dan zoonosis WHO, Maria van Kerkhove, lebih dari 100 kasus yang diduga dan dikonfirmasi dalam wabah baru-baru ini di Eropa dan Amerika Utara belum parah.

Baca Juga: Walau Kasus Covid-19 Sudah Turun, WHO Mengingatkan Pandemi Belum Berakhir

"Ini adalah situasi yang dapat dikendalikan, khususnya di Eropa. Tetapi kita tidak bisa mengabaikan apa yang terjadi di Afrika, di negara-negara endemik," kata dia dikutip dari Antara, Selasa (24/5/2022).

Mengingat wabah cacar monyet yang menurut WHO tidak biasa terjadi di negara-negara di mana virus tidak dapat menyebar secara teratur, para ilmuwan sedang berusaha memahami asal usul kasus dan apakah ada yang berubah tentang virus tersebut.

WHO meminta klinik dermatologi dan layanan kesehatan primer, serta klinik kesehatan seksual, untuk waspada terhadap kasus-kasus potensial.

Dari penelusuran sementara, orang yang telah didiagnosis dalam wabah cacar monyet saat ini adalah pria yang berhubungan seks dengan pria. Namun hal itu tidak semua terjadi pada hubungan diantara keduanya.

Para pejabat mengatakan, masih terlalu dini untuk membeberkan alasannya. Namun kelompok tersebut mungkin mencari nasihat medis atau memiliki akses ke pemeriksaan kesehatan seksual.

Baca Juga: WHO: 1.284 Kasus Suspek Cacar Monyet Dilaporkan di RD Kongo

Cacar monyet biasanya tidak menyebar dengan mudah di antara orang-orang, tetapi dapat ditularkan melalui kontak orang-ke-orang yang dekat atau kontak dengan barang-barang yang digunakan oleh orang yang menderita cacar monyet, seperti pakaian, tempat tidur, atau peralatan makan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait