Angka Perceraian di Indonesia Meningkat, Kepala BKKBN: Banyak Toxic People di Antara Kita

angka perceraian di Indonesia meningkat pada 2021

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 29 Juni 2022 | 19:57 WIB
Angka Perceraian di Indonesia Meningkat, Kepala BKKBN: Banyak Toxic People di Antara Kita
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo. [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyatakan bahwa angka perceraian keluarga di Indonesia meningkat. Pada tahun 2021 kemarin saja tercatat ada sebanyak 580 ribu perceraian yang terjadi. 

"Dan yang menyedihkan di Hari Keluarga Nasional ini perceraian di tahun 2015, selama satu tahun ada 350 ribu. Kemudian di tahun 2021 meningkat menjadi 580 ribu," kata Hasto di Kantor Desa Pondokrejo, Tempel, Sleman, Rabu (29/6/2022).

Menurut Hasto, angka perceraian yang meningkat itu perlu menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Jika dibiarkan bukan tidak mungkin masih akan terus meningkat. 

"Sementara perkawinan di Indonesia sebetulnya hanya sebesar 1,9 juta. Sehingga sebetulnya angka perceraiannya terlalu tinggi, banyak sekali toxic people, toxic relationship, toxic friendship di antara kita. Itu yang kemudian keluarga menjadi ancaman bagi anak-anak untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan kemudian berkarakter baik," terangnya.

Baca Juga:Bukan Batal Pisah, Caisar YKS Ungkap Alasan Cabut Berkas Perceraian

Disampaikan Hasto, selain ancaman stunting yang masih menjadi persoalan di dalan keluarga Indonesia. Muncul persoalan lain yang tak bisa disepelekan termasuk gangguan emosi mental atau mental disorder. 

Berdasarkan riset kesehatan dasar yang dilakukan angka gangguan emosi mental atau emotional disorder di kalangan remaja terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jika di tahun 2013 berada di angka 6,1 persen, naik menjadi 9,8 di tahun 2018.

"Sehingga kita cukup prihatin karena banyak yang neurosa, cemas, gangguan jiwa ringan, dan akhirnya juga 5 persen di antara mereka akhirnya (penyalahgunaan) NAPZA, kecanduan dan seterusnya," tegasnya. 

Oleh karena itu, ditambahkan Hasto, perlu untuk terus membangun sebuah keluarga yang berkualitas. Agar tetap menjaga dan mencapai generasi muda Indonesia unggul dan maju di masa depan.

Baca Juga:Diambang Perceraian, Angga Wijaya Tulis Pesan Haru untuk Anak Sambung

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak