Ajak Ratusan Anak SD hingga SMA Membatik, Kalurahan Gilangharjo Launching Desa Wisata Pembatik Cilik

Para pembatik cilik dilatih di sekolah melalui Kurikulum Merdeka dengan memberikan muatan lokal belajar membatik.

Eleonora PEW | Wahyu Turi Krisanti
Kamis, 01 September 2022 | 16:33 WIB
Ajak Ratusan Anak SD hingga SMA Membatik, Kalurahan Gilangharjo Launching Desa Wisata Pembatik Cilik
Anak-anak usia SD di Kalurahan Gilangharjo membatik dalam launching desa wisata pembatik cilik, Kamis (1/8/2022). - (SuaraJogja.id/Wahyu Turi)

SuaraJogja.id - Dalam rangka menjadikan desa wisata kampung batik untuk kedepannya, Kalurahan Gilangharjo launching desa wisata pembatik cilik pada Kamis (1/9/2022). Pada launching ini Desa Gilangharjo melibatkan ratusan anak usia SD hingga SMA untuk lestarikan budaya membatik di tengah arus budaya modern.

"Launching ini dalam misi kita melihat generasi pembatik agar tidak punah dengan menumbuhkan minat membatik di usia anak," kata Kepala Dukuh Gunting, Gilangharjo, Tumilan, Kamis (1/9/2022).

Tumilan mengungkapkan sebanyak 320 anak dari SD hingga SMA mengikuti pelatihan membatik. Diharapkan untuk masa mendatang generasi penerus ini dapat melanjutkan warisan budaya membatik.

Anak-anak usia SD di Kalurahan Gilangharjo membatik dalam launching desa wisata pembatik cilik, Kamis (1/8/2022). - (SuaraJogja.id/Wahyu Turi)
Anak-anak usia SD di Kalurahan Gilangharjo membatik dalam launching desa wisata pembatik cilik, Kamis (1/8/2022). - (SuaraJogja.id/Wahyu Turi)

Dalam praktiknya, para pembatik cilik dilatih di sekolah melalui Kurikulum Merdeka dengan memberikan muatan lokal belajar membatik. Tumilan menambahkan bahwa kegiatan membatik rentan punah karena generasi penerus menginginkan suatu pekerjaan yang instan.

Baca Juga:Dewi Kampus, Padukan Keindahan Pegunungan dan Pantai

"Membatik itu butuh kelatenan dan kesabaran, sedangkan anak-anak sekarang maunya kerja instan. Kita didik anak-anak cinta dan menjadi pelestari budaya," terangnya.

Sementara itu Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo dalam sambutannya berharap melalui pembentukan desa wisata ini dapat membangkitkan ekonomi kreatif di Kabupaten Bantul khususnya Kalurahan Gilangharjo.

Baginya Pemerintah Daerah melalui DPRD harus jeli melihat potensi yang ada di Kabupaten Bantul. Dengan demikian potensi yang dimiliki dapat dikembangkan secara maksimal.

"Saya berharap tidak hanya jajaran DPRD tetapi juga teman-teman di wilayah masing-masing juga responsif menangkap potensi di masyarakat," ujar Hanung.

Lebih lanjut pihaknya berharap desa wisata pembatik cilik ini memberikan efek yang luas di wilayah Bantul maupun seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga:Desa Kahayya Bulukumba Ingin Menjadi Daerah Wisata Unggulan Sulawesi Selatan

"Diharapkan memberikan efek dalam pertumbuhan Kabupaten Bantul, diantaranya pusat pengembangan budaya DIY, pengembangan desa wisata, dan penyerapan tenaga kerja," tutupnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak